BEKASI - Seorang pegawai Rumah Sakit Pusat Angkatan Udara (RSPAU) Halim Perdanakusuma ditemukan tewas di rumah kontrakannya. Korban, NHW (33), adalah Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Ia diduga menjadi korban pembunuhan dengan motif perampasan harta.
Mayatnya baru ditemukan pada Rabu (4/2/2026) lalu. Rekan kerjanya, SR, mulai curiga karena NHW tak masuk kerja sejak Senin. Ponselnya pun tak bisa dihubungi.
Khawatir, SR lalu mendatangi rumah kontrakan NHW di Bekasi. Pintunya terkunci rapat. Setelah menghubungi pemilik kontrakan dan menggunakan kunci cadangan, terkuaklah pemandangan mengerikan. NHW terbujur tak bernyawa di dalam, tubuhnya tertutup selimut.
Dari penyelidikan awal, polisi mencium motif yang tampak jelas. “Hasil penyelidikan awal, saat ini yang bersangkutan hanya ingin menguasai barang yang dimiliki oleh korban,” ujar Dirkrimum Polda Metro Jaya, Kombes Iman Imanuddin, Jumat (13/2/2026).
Singkatnya, pelaku diduga mengincar harta milik korban.
Namun begitu, polisi masih sangat berhati-hati. Motif ini belum dianggap final. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menegaskan bahwa penyidikan masih terus bergulir dan segala kemungkinan masih terbuka.
“Motif ini juga beberapa kali kami sampaikan, pada saat proses awal penyidikan, ini juga bisa dapat akan berubah di akhir dari masa proses penyidikan," jelas Budi.
Ia menambahkan, “Nah, makanya kita belum bisa memutuskan secara sahih motif dari suatu perbuatan. Itu biasanya akan muncul baik di awal ataupun di akhir dari proses penyidikan."
Korban, seorang pria 31 tahun, diketahui tinggal sendirian di kontrakan tersebut. Hingga saat ini, polisi masih mendalami kronologi lengkap dan mengejar para pelaku yang diduga lebih dari satu orang. Suasana di lokasi kejadian perkara (TKP) kini sudah kembali sepi, meninggalkan tanda tanya besar bagi rekan-rekan korban di RSPAU.
Artikel Terkait
Lubang Raksasa di Aceh Tengah Terus Melebar, Lahan Warga Terkikis
Pemerintah Siapkan Libur Panjang 13 Hari dan Opsi WFA untuk Mudik Lebaran 2026
Sekjen Golkar Tegaskan Bahlil Fokus ke Caleg 2029, Bukan Cawapres
Pertamina Turunkan Harga BBM Nonsubsidi Mulai 13 Februari 2026