Presiden Prabowo Tinjau Pembangunan Pusat Gizi Polri di Palmerah

- Jumat, 13 Februari 2026 | 09:45 WIB
Presiden Prabowo Tinjau Pembangunan Pusat Gizi Polri di Palmerah

Jumat pagi di Palmerah, Jakarta Barat, suasana tampak berbeda. Presiden Prabowo Subianto hadir untuk melakukan groundbreaking atau peletakan batu pertama Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri. Acara yang berlangsung pada 13 Februari 2026 itu juga dihadiri oleh Kapolri Listyo Sigit Prabowo, yang mendampingi Presiden berkeliling melihat fasilitas yang sedang dibangun.

Di dalam ruangan, Presiden tampak antusias. Ia mengamati langsung proses produksi Makanan Bergizi Gratis (MBG). Kepala SPPG yang memandu menjelaskan menu yang sedang dimasak hari itu.

"Hari ini kita memasak Selat Solo, Pak Presiden. Masakan khas Solo," ujarnya.

Prabowo lalu menyempatkan diri bertanya tentang peralatan yang digunakan. Pertanyaannya spesifik: apakah alat-alat penunjang operasional SPPG ini merupakan produk buatan dalam negeri? Hal itu menandakan perhatiannya pada kemandirian alat produksi lokal.

Menanggapi hal tersebut, pemandu dari SPPG Polri menjelaskan bahwa seluruh komponen dan proses di sana telah memenuhi standar ketat Badan Gizi Nasional. Intinya, standar nasional untuk produksi MBG benar-benar dijaga.

Tak cuma soal masak-memasak, Presiden juga diajak melihat sisi lain dari ketahanan pangan di lokasi itu. Ia menyempatkan diri memantau pengelolaan kebun sayuran hidroponik. Sayuran segar itu ditanam untuk mendukung pasokan bahan baku SPPG Palmerah.

"Ini dikelola semuanya oleh Karang Taruna di Palmerah, Pak Presiden," jelas seorang anggota Polri yang mendampingi.

Selain meresmikan dimulainya pembangunan SPPG, agenda Presiden Prabowo di hari itu juga termasuk meresmikan sebuah gudang ketahanan pangan. Kedua fasilitas ini diharapkan bisa bersinergi, dari penyimpanan hingga distribusi makanan bergizi untuk masyarakat.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar