MURIANETWORK.COM - Bursa saham Asia mayoritas ditutup melemah pada Jumat (13 Februari 2026), mengikuti koreksi tajam di Wall Street sehari sebelumnya. Aksi ambil untung dan kekhawatiran baru terkait dampak disrupsi kecerdasan buatan (AI) terhadap berbagai sektor menjadi penyebab utama tekanan. Meski demikian, pasar Korea Selatan justru mencatatkan kenaikan, didorong oleh performa kuat industri semikonduktor dan sinyal pemulihan ekonomi domestik.
Tekanan Meluas di Jepang dan Australia
Indeks Nikkei 225 Jepang terkoreksi 0,75 persen, sementara TOPIX yang lebih luas melemah 0,91 persen. Pelemahan ini menginterupsi reli menuju level rekor, dengan saham-saham terkait AI menjadi sorotan. SoftBank Group, yang kerap menjadi barometer sentimen AI di negeri itu, tercatat anjlok lebih dari 5 persen. Tekanan juga terlihat pada saham teknologi seperti Recruit Holdings yang turun 7 persen dan Hitachi yang melemah 4 persen.
Di tengah tekanan luas, ada sedikit cahaya dari sektor penyimpanan data. Kioxia Holdings melonjak 12 persen setelah membukukan kinerja kuartalan yang kuat, didorong oleh kenaikan harga memori NAND yang ikut terdongkrak tren AI.
Sektor Rentan Disrupsi AI Tertekan
Gelombang pelemahan tidak hanya terjadi di Jepang. Pasar Australia bahkan mengalami tekanan lebih dalam, dengan indeks S&P/ASX 200 merosot lebih dari 1 persen. Sektor teknologi menjadi yang terdepan dalam penurunan, jatuh 5 persen ke level terendah dalam dua tahun. Saham-saham yang dinilai rentan terhadap perubahan model bisnis akibat teknologi AI mendapat hantaman paling keras.
Analisis di lantai bursa menunjukkan kekhawatiran investor bahwa berbagai alat AI baru berpotensi mereplikasi fungsi bisnis tertentu atau menekan margin keuntungan perusahaan di berbagai sektor, memicu aksi jual yang cukup signifikan.
Artikel Terkait
Rupiah Melemah ke Rp17.002, Dihantui Ketegangan Iran dan Prospek Kenaikan Suku Bunga AS
IHSG Bangkit dari Jurang 7.000, Ditutup Melemah Tipis di 7.091
BREN Akhiri Program Buyback Saham Lebih Cepat, Kondisi Pasar Dinilai Stabil
Saham Sawit Melonjak Didorong Komitmen Presiden Terhadap Program B50