Sampoerna Cetak Laba Rp4,5 Triliun di Tengah Tekanan Pasar

- Rabu, 03 Desember 2025 | 19:55 WIB
Sampoerna Cetak Laba Rp4,5 Triliun di Tengah Tekanan Pasar

Hingga akhir September 2025, PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) mencatatkan laba bersih sebesar Rp4,5 triliun. Angka itu, kalau kita lihat, memang turun 13,7% dibanding posisi yang sama tahun sebelumnya. Penurunan juga terlihat pada penjualan bersih perusahaan, yang menyentuh Rp83,7 triliun atau turun sekitar 5,3% dari periode 2024.

Meski begitu, posisi pasar mereka tetap kuat. Pangsa pasarnya bertengger di 30,9%, dengan volume penjualan yang tidak main-main: 59,4 miliar batang.

Presiden Direktur HMSP, Ivan Cahyadi, menyampaikan capaian ini dalam sebuah Paparan Publik di Jakarta, Rabu (3/12).

"Capaian ini mencerminkan daya saing dan ketangguhan perusahaan dalam menghadapi berbagai tantangan," ujarnya.

Ivan melanjutkan, dinamika industri dan ekonomi nasional belakangan ini memang berat. Tapi, kata dia, perusahaan berhasil menjalankan strategi portofolio lintas segmen yang dirancang untuk menjawab kebutuhan konsumen dewasa yang terus berubah.

”Sampoerna tetap konsisten menjalankan strategi bisnis serta terus berinovasi demi memperkuat kualitas produk dan portofolio lintas segmen, baik di segmen rokok konvensional maupun produk bebas asap," jelas Ivan.

"Kami juga terus memperkuat organisasi melalui pengembangan kompetensi sumber daya manusia, guna meningkatkan daya saing dan menjadi salah satu pusat talenta Philip Morris International (PMI).”

Kalau dibandingkan dengan semester pertama tahun ini, situasinya justru menunjukkan perbaikan. Pasalnya, di paruh pertama 2025, laba bersih HMSP pernah anjlok 36% year-on-year. Waktu itu, penurunan drastis itu didorong oleh tekanan daya beli dan pergeseran konsumen ke produk harga rendah, plus maraknya peredaran rokok ilegal.

Di sisi lain, Ivan menekankan peran penting pemerintah. Dukungan dari kebijakan fiskal dinilai krusial bagi kelangsungan industri legal.

Dia secara khusus mengapresiasi keputusan pemerintah yang mempertahankan tarif cukai tetap untuk tahun ini dan 2026.

“Kebijakan ini, disertai dengan penegakan hukum terhadap peredaran rokok ilegal, memberikan ruang bagi industri hasil tembakau legal untuk tetap bertahan, menjaga penerimaan negara, dan mendukung perekonomian nasional,” tegas Ivan.

Laporan dari Jakarta ini ditulis oleh Dhera Arizona.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar