Barito Renewables Energy (BREN) memutuskan untuk menghentikan program buyback sahamnya lebih cepat. Rencananya, aksi korporasi ini baru akan berakhir awal Mei 2026. Namun, perusahaan memutuskan untuk mengakhiri program tersebut pada Rabu, 1 April 2026.
Lewat keterbukaan informasi yang dirilis Senin (30/3), Direktur Utama BREN, Hendra Soetjipto Tan, menjelaskan keputusan ini.
"Dengan ini kami informasikan bahwa perseroan bermaksud untuk mempercepat berakhirnya periode pembelian kembali saham perseroan yang semula direncanakan berakhir pada 3 Mei 2026 menjadi tanggal 1 April 2026 pada sesi kedua perdagangan di Bursa Efek Indonesia,"
Jadi, apa alasan di balik penghentian dini ini? Menurut Hendra, kondisi pasar yang sudah relatif stabil menjadi pertimbangan utama. Program buyback senilai Rp 2 triliun itu sendiri sebelumnya digulirkan untuk menjaga kinerja dan stabilitas di tengah fluktuasi pasar yang cukup signifikan.
Di sisi lain, melihat pergerakan saham BREN belakangan ini memang menarik. Harga sahamnya sempat tertekan cukup dalam, anjlok lebih dari 30 persen dalam sebulan terakhir. Namun, menjelang pengumuman ini, saham BREN bertahan di level Rp 5.550 per lembar.
Lalu, seberapa besar aksi beli yang sudah dilakukan? Data bulan Februari 2026 menunjukkan, BREN membeli kembali sekitar 700 ribu saham di pasar. Sampai akhir bulan itu, total saham treasuri mereka mencapai 6,7 juta lembar atau setara 0,005% dari total saham beredar. Untuk data Maret, tentu masih kita tunggu laporannya nanti.
Ini bukan kali pertama BREN melakukan manuver serupa. Catatan menunjukkan, pada 2025 lalu, perusahaan juga pernah membeli kembali sekitar 6 juta saham dengan nilai sekitar Rp 50 miliar. Kala itu, alokasi dananya juga sama: hingga Rp 2 triliun.
Jadi, dengan harga yang mulai stabil dan target yang dianggap tercapai, BREN memilih untuk menghentikan programnya lebih awal. Langkah yang cukup pragmatis, bukan?
Artikel Terkait
BEI Rombak Indeks Saham Syariah, Tujuh Saham Baru Masuk JII per Mei 2026
Nikkei Cetak Rekor Tertinggi Ditopang Saham Chip, Investor Pilih Sektor AI
Anak Usaha Chandra Asri Resmi Kelola Pelabuhan di Cilegon Perkuat Logistik Industri Petrokimia
Serangan AS di Iran Picu Lonjakan Harga Minyak Brent, Selat Hormuz Kembali Terancam