Suasana di Desa Seketi, Balongbendo, Sidoarjo, mendadak mencekam. Warga digegerkan oleh kabar meninggalnya Renata, seorang balita perempuan berusia empat tahun. Ia ditemukan tewas di dalam rumahnya dalam kondisi yang memantik tanda tanya besar.
Awalnya, orang tua Renata menyebut penyebabnya adalah kecelakaan. Menurut mereka, gadis kecil itu terjatuh dari sepeda. Namun, cerita itu tak sepenuhnya meyakinkan bagi beberapa warga yang melihat keadaan jenazah.
Mereka mencium ada yang tidak beres.
"Versinya sih jatuh dari sepeda. Tapi anehnya, luka-luka yang biasanya ada kalau jatuh, tidak kelihatan. Cuma memar dan lebam biru-biru saja," ujar Kepala Dusun setempat, Heri.
Rasa curiga itu akhirnya tak terbendung. Beberapa tetangga, termasuk dari keluarga pihak ayah, memberanikan diri melaporkan ke polisi. Mereka merasa ada yang ditutup-tutupi, apalagi warga sempat dilarang untuk mendekat dan melihat kondisi Renata lebih jelas.
Setelah laporan masuk, polisi pun bergerak cepat. Tim langsung mendatangi lokasi untuk mengamankan TKP dan melakukan olah tempat kejadian perkara. Hasil pemeriksaan awal di lokasi cukup mengejutkan. Di tubuh mungil Renata, petugas menemukan sejumlah tanda yang mengarah pada kemungkinan penganiayaan. Temuan ini tentu saja mengubah arah penyelidikan.
Untuk menguak misteri kematiannya, jenazah Renata kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Pusdik Gakkum di Porong. Di sana, tim forensik akan melakukan pemeriksaan lebih mendalam.
Meski dugaan penganiayaan semakin kuat, polisi masih sangat berhati-hati. Mereka belum mau memastikan apa pun sebelum hasil autopsi forensik keluar. Semuanya masih dugaan sementara. Sampai bukti ilmiah itu ada, penyebab kematian balita malang ini resminya masih misterius.
Jenazah Renata untuk sementara masih disemayamkan di kamar jenazah rumah sakit yang sama, menunggu kepastian yang diharapkan bisa datang dari hasil otopsi. Kasus yang menyayat hati ini kini sepenuhnya ditangani oleh Unit PPA dan TPPO Polresta Sidoarjo. Mereka yang berusaha mencari keadilan untuk Renata.
Artikel Terkait
SIM Keliling Bandung Buka di Dua Lokasi untuk Perpanjang SIM A dan C
PSM Makassar Terjun ke Peringkat 14, Alarm Bahaya Degradasi Berbunyi
21 April: Dari Hari Kartini Hingga Peristiwa Global dalam Lintasan Sejarah
Indonesia dan Polandia Sepakati Kerja Sama Teknis Perdagangan Daging dan Susu