Cuaca ekstrem tak cuma merendam jalan, tapi juga mengacaukan perjalanan kereta api di Pulau Jawa. Curah hujan tinggi yang mengguyur sepekan ini bikin sejumlah titik di jalur Daop 4 Semarang dan Daop 1 Jakarta terendam banjir. Operasional pun terganggu, tak bisa dihindari.
Menurut Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, kondisi ini murni force majeure. Faktor alam di luar kendali mereka. “Keselamatan pelanggan dan petugas jadi prioritas utama dalam setiap keputusan,” tegasnya. Itu prinsip yang dipegang saat situasi seperti ini.
Di Daop 4 Semarang, genangan air muncul di petak antara Stasiun Pekalongan dan Stasiun Sragi, tepatnya di sekitar kilometer 88 900 hingga 89 100. Penyebabnya? Luapan sungai dan tanggul yang jebol akibat hujan yang tak henti-hentinya. Lintasan jadi terancam.
Gangguan sebenarnya sudah mulai terasa Jumat (16/1) dini hari. Saat itu, air mulai menggenangi emplasemen Stasiun Pekalongan. Tim langsung bergerak, coba menambahi balas dan mengangkat rel. Tapi usaha mereka seperti sia-sia. Hujan deras kembali mengguyur malam harinya, berlanjut sampai Sabtu dini hari.
Akibatnya, Sungai Bermi dan Sungai Meduri meluap. Jalur rel terendam sekitar 23 sentimeter. Belum selesai, Minggu pagi situasi makin runyam. Tanggul sungai jebol dan memicu banjir di titik baru, Km 89 100. Kereta yang lewat cuma bisa satu jalur, itupun dengan pengamanan ketat pakai lokomotif BB304. Semua menunggu situasi aman.
Dampaknya jelas terlihat pada jadwal perjalanan. Dari Jumat (16/1) sampai Minggu (18/1), total ada 593 perjalanan kereta antarkota di Jawa. Nah, dari jumlah itu, 82 perjalanan terpaksa dibatalkan. Rinciannya, 21 perjalanan batal di hari Jumat, dan 61 perjalanan lagi batal di hari Minggu.
Selain itu, 17 perjalanan lain dioperasikan dengan pola memutar. Rutenya lewat Cirebon-Kroya-Yogyakarta-Solo untuk menghindari titik banjir. Tapi ya, solusi ini bikin waktu tempuh molor. Ada 76 perjalanan yang terlambat, dengan rata-rata keterlambatan mencapai 240 menit. Parahnya, hingga Minggu siang, 51 perjalanan yang berangkat Jumat masih di perjalanan dan belum sampai tujuan.
Artikel Terkait
BNPB Perpanjang Operasi Tembak Awan hingga Akhir Pekan, Waspada Hujan Lebat di Jakarta dan Jawa Barat
Hino Bertahan di Pasar Truk yang Lesu, Rekor 25 Tahun Tak Tergoyahkan
Alfrida Pasongli: Dari Kios BRILink di Dekai, Menggerakkan Ekonomi Warga Yahukimo
Prabowo Buka Diplomasi Global dengan Singgah di London Sebelum Pidato di Davos