PT Globe Kita Terang Tbk (GLOB) sedang bersiap untuk menggenjot bisnis barunya di tahun ini. Fokusnya adalah pada Teknologi Olah Sampah Sirkular, atau yang biasa disingkat TOSS. Langkah ini diambil perusahaan tak lepas dari upaya mencari sumber pendapatan baru, terutama saat kinerja di sektor lain sedang lesu.
Menurut Direktur Utama GLOB, Sugiono Wiyono Sugialam, proyek ini bukan cuma soal uang. “Ini juga bagian dari komitmen kami untuk mengembangkan ekonomi hijau,” ujarnya. Lewat TOSS dan perdagangan pupuk organik, perusahaan ingin punya dampak yang lebih luas.
Rupanya, persiapan sudah berjalan cukup lama. Proyek percontohan TOSS pertama kali digulirkan di Bank Sampah Kranggan sejak November 2025. Setelah masa uji coba, produksi akhirnya dimulai di awal Desember.
"Sampai saat ini, produksi sudah mulai berjalan," kata Sugiono, Minggu (4/1/2026). "Rencananya, eskalasi jumlah produksi akan kami mulai bertahap mulai Januari 2026."
Soal modal, investasi awal terbilang cukup hemat. Hingga akhir 2025, GLOB hanya menggelontorkan kurang dari Rp50 juta untuk mesin perapian dan produksi di proyek TOSS Kranggan, Bekasi. Kalau ditambah biaya operasional, totalnya baru sekitar Rp75 juta. Dana itu sejauh ini masih bersumber dari internal perusahaan.
Artikel Terkait
OCBC NISP Bagikan Dividen Rp1,03 Triliun, Nilai per Saham Turun 58%
Avian Brands Bagikan Dividen Final Rp709 Miliar, Total 2026 Capai Rp1,36 Triliun
Analis Soroti Anomali: Kinerja BCA Gemilang, Harga Saham Justru Anjlok
ARNA Bagikan Dividen Rp330 Miliar, Setara Rp45 per Saham untuk Tahun Buku 2025