Keterlambatan tertinggi dialami KA Tawang Jaya (relasi Pasar Senen-Semarang Poncol) yang telat 445 menit saat berangkat. Lalu, KA Argo Muria (relasi Semarang Tawang-Gambir) telat 484 menit untuk kedatangannya. Bayangkan, hampir delapan jam terbuang.
Di sisi lain, ribuan penumpang memilih membatalkan tiket. Hingga Minggu pagi pukul 08.00 WIB, tercatat 8.615 tiket jarak jauh dibatalkan. Angka ini muncul seiring pembatalan perjalanan dan perubahan pola operasi.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menjelaskan upaya pemulihan yang mereka lakukan. “Kami jalankan pemulihan secara bertahap dan terpadu,” ujarnya.
Langkahnya meliputi perbaikan prasarana, rekayasa pola operasi, penyiapan rangkaian cadangan, dan tentu saja, pembatalan jika kondisi membahayakan.
“Dalam situasi force majeure ini, KAI memberikan pengembalian bea tiket sebesar 100 persen kepada pelanggan sesuai ketentuan,” jelas Anne Purba lagi.
Di lapangan, upaya terus dilakukan. Mereka memakai lokomotif BB hidrolis dan bahkan meminjam lokomotif CC 300 milik DJKA untuk coba menerobos genangan. Tapi konsekuensinya jelas: perjalanan jadi tambah lambat rata-rata 150 menit. Pilihan sulit antara melanjutkan atau berhenti total. Untuk sekarang, keselamatan adalah yang utama.
Artikel Terkait
BNPB Perpanjang Operasi Tembak Awan hingga Akhir Pekan, Waspada Hujan Lebat di Jakarta dan Jawa Barat
Hino Bertahan di Pasar Truk yang Lesu, Rekor 25 Tahun Tak Tergoyahkan
Alfrida Pasongli: Dari Kios BRILink di Dekai, Menggerakkan Ekonomi Warga Yahukimo
Prabowo Buka Diplomasi Global dengan Singgah di London Sebelum Pidato di Davos