Rabu (5/3) waktu setempat, suasana di lepas pantai Sri Lanka berubah jadi mencekam. IRIS Dena, sebuah kapal perang Iran, tiba-tiba mendapat serangan hebat. Sumbernya? Torpedo yang diluncurkan oleh kapal selam Amerika Serikat. Kapal itu pun tak bisa bertahan, akhirnya tenggelam. Korban jiwa dari pihak Iran sangat besar: sedikitnya 87 tentara tewas. Sampai berita ini diturunkan, 61 orang lainnya masih dinyatakan hilang.
Di tengah tragedi itu, ada upaya penyelamatan. Angkatan Laut Sri Lanka berhasil mengevakuasi 32 tentara Iran dari air. Kebanyakan dari mereka dalam kondisi luka-luka dan langsung dilarikan untuk mendapat perawatan.
Peristiwa memilukan ini terjadi saat ketegangan di Timur Tengah makin menjadi. Sejak akhir pekan lalu, serangan gabungan AS dan Israel memang terus meluas, dan kini dampaknya merembet ke wilayah lain.
Seorang pejabat Angkatan Laut Sri Lanka yang enggan disebut namanya mengonfirmasi jumlah korban tewas kepada AFP.
"Kami telah mengevakuasi 87 jenazah," ujarnya, Kamis (5/3/2026). "Pencarian untuk yang hilang masih terus kami lakukan."
Angka itu sejalan dengan pernyataan juru bicara kepolisian dan angkatan laut setempat, yang menyebut 61 prajurit masih belum ditemukan.
Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Sri Lanka, Vijitha Herath, memberikan kabar sedikit lebih baik. Ia menyebut 32 tentara Iran berhasil diselamatkan dari bangkai kapal fregat itu. Saat ini, mereka semua sedang menjalani perawatan di sebuah rumah sakit di kota Galle.
Seorang fotografer AFP di lokasi melaporkan pemandangan yang suram. Rabu malam, puluhan jenazah yang diduga kuat adalah tentara Iran yang gugur, mulai dibawa masuk ke rumah sakit setempat.
Sebelumnya, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth sudah mengklaim tanggung jawab. Ia mengumumkan bahwa kapal selam AS-lah yang menenggelamkan kapal perang Iran di Samudra Hindia, dekat Sri Lanka itu.
"Sebuah kapal selam Amerika menenggelamkan sebuah kapal perang Iran yang mengira mereka aman di perairan internasional," sebut Hegseth. "Namun, kapal itu justru ditenggelamkan oleh torpedo."
Artikel Terkait
Bareskrim Ungkap Modus Helikopter hingga Plat Palsu dalam Penyalahgunaan BBM Subsidi
ALMI Belum Temukan Investor, Upaya Penuhi Free Float Masih Terkendala
Polisi Selidiki Pencurian Motor dengan Modus Penyamaran Tukang Rongsok di Cipayung
Anggota DPR Dorong OJK dan BNI Segera Tuntaskan Kasus Penggelapan Dana Gereja Rp 28 Miliar