Malam itu, Selasa (3/3/2026), hujan mengguyur deras di Desa Cijeruk, Bogor. Tiba-tiba, terdengar suara gemuruh yang memecah kesunyian. Tembok rumah seorang warga ambruk tak tertahankan.
Rupanya, angin kencang dan tanah longsor jadi biang keladinya. Tembok penahan tanah di belakang rumah tak lagi sanggup menahan gempuran material dan derasnya air hujan yang terus mengguyur.
Menurut Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, M Adam Hamdani, kondisi tanah yang sudah labil menjadi pemicu utama.
"Selain hujan, anginnya juga cukup kencang. Tembok kamar ambruk karena TPT di belakang rumah longsor. Tanahnya labil, akhirnya jebol juga diterpa air hujan deras,"
Ujar Adam, Kamis (5/3), menjelaskan kronologi kejadian.
Akibatnya, dua rumah warga harus mengalami kerusakan yang cukup parah. Dinding kamar dari kedua rumah itu rubuh, menyisakan puing dan rasa was-was.
Adam menambahkan detail kerusakannya.
"Longsoran tembok penahan tanah itu bikin tanahnya turun. Akhirnya, tembok bagian kamar ikut ambles dan roboh,"
jelasnya lagi.
Material yang longsor bukan main-main. Panjangnya sekitar 5 meter, dengan lebar 2 meter dan ketinggian mencapai 8 meter. Untungnya, dalam musibah ini tak ada korban jiwa yang berjatuhan. Itu kabar baik di tengah kerusakan yang ada.
Namun begitu, situasi di lokasi masih memprihatinkan. Untuk sementara, bagian rumah yang rusak cuma ditutupi spanduk bekas dan terpal seadanya. Penampakannya sangat darurat.
"Memang butuh penanganan lebih lanjut dari dinas terkait," pungkas Adam. Nada suaranya terdapat desakan agar segera ada tindakan nyata, sebelum hal serupa terulang di tempat lain.
Artikel Terkait
Kecelakaan Beruntun di Probolinggo Tewaskan Satu Keluarga dari Blitar
Buku Biografi Kebijakan Kikiek Kupas Kapolri Listyo Sigit Lewat Keputusan Genting
Iran Siap Kerahkan Semua Kemampuan Hadapi Ancaman AS di Selat Hormuz
PDIP Tak Terusik Klaim JK Soal Peran Besar Antar Jokowi ke Kursi Presiden