Trump Ajukan Kevin Warsh Pimpin The Fed, Hadapi Penolakan dari Senator Sekutu

- Kamis, 05 Maret 2026 | 11:50 WIB
Trump Ajukan Kevin Warsh Pimpin The Fed, Hadapi Penolakan dari Senator Sekutu

Washington digegerkan lagi oleh langkah Presiden Trump. Rabu kemarin, ia secara resmi mengajukan nama Kevin Warsh ke Senat untuk menduduki kursi puncak The Fed. Ini bukan kejutan sebenarnya. Rencana pencalonan mantan gubernur bank sentral itu sudah diembuskan Trump sejak akhir Januari lalu.

Namun begitu, jalan menuju konfirmasi tidak akan mulus. Masa jabatan ketua The Fed saat ini, Jerome Powell, memang tinggal hitungan minggu. Tapi penggantinya butuh lampu hijau dari Senat. Dan di sanalah masalah bisa muncul.

Partai Republik memang memegang kendali di Senat. Tapi dukungan untuk Warsh ternyata tidak bulat. Salah satu suara penentang justru datang dari kubu sendiri: Senator Thom Tillis dari Carolina Utara.

Ia bersikukuh akan memblokir pengesahan Warsh. Alasannya? Tillis menuntut penyelidikan kriminal terhadap Jerome Powell diselesaikan dulu.

"Saya akan menentang pengesahan Warsh sampai penyelidikan terhadap Powell selesai," tegas Tillis, yang duduk di komite perbankan Senat yang akan membahas pencalonan ini.

Powell sendiri sebelumnya mengungkap bahwa Departemen Kehakiman sedang menyelidikinya. Kasusnya terkait proyek renovasi markas besar The Fed. Tapi Powell punya pandangan lain. Ia menilai penyelidikan itu bukan sekadar prosedur biasa, melainkan tekanan politik dari Gedung Putih. Penyebabnya, menurutnya, adalah sikap bank sentral yang dianggap kurang agresif menurunkan suku bunga.

Dengan sikap Tillis yang keras, prospek Warsh jadi suram. Apalagi jika seluruh senator Demokrat di komite itu juga bersatu menolak. Bisa-bisa nominasi ini mentah di tengah jalan.

Jadi, meski dokumen pencalonan sudah terkirim, pertarungan politik sesungguhnya baru akan dimulai. Semuanya tergantung pada ruang sidang komite perbankan Senat dalam beberapa pekan ke depan.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar