Industri perbankan Amerika Serikat lagi-lagi dibuat pusing oleh gebrakan Donald Trump. Pekan lalu, mantan presiden itu menyerukan agar suku bunga kartu kredit dibatasi maksimal 10 persen. Targetnya, aturan itu mulai berlaku 20 Januari mendatang. Seruan yang tiba-tiba ini langsung bikin kalang kabut. Harga saham sektor keuangan tertekan, sementara para eksekutif bank kebingungan menentukan langkah. Mereka sadar, kebijakan semacam itu bisa menggerus profitabilitas mereka dengan signifikan.
Namun begitu, sampai saat ini belum ada kejelasan sama sekali dari Gedung Putih. Bagaimana mekanisme penerapannya? Apa sanksinya? Semuanya masih gelap. Kondisi ini menempatkan bank-bank pada posisi serba salah: antara harus bersiap atau menganggapnya sekadar wacana.
Menurut sejumlah pakar regulasi yang saya hubungi, langkah drastis seperti ini hampir mustahil diterapkan hanya dengan kewenangan eksekutif. Perlu ada undang-undang dari Kongres. Dan sejarah membuktikan, upaya serupa di Capitol Hill selalu mentok, gagal total. Industri kartu kredit punya lobi yang kuat di sana.
Sebelumnya, penasihat ekonomi Trump, Kevin Hassett, sempat mengemukakan ide lain.
Di sisi lain, seorang pejabat Gedung Putih bilang pemerintahan tengah mengeksplorasi semua opsi untuk mengatasi krisis biaya hidup yang mereka tuduhkan pada era Biden. Jadi, situasinya masih sangat cair.
“Sampai Jumat kemarin, belum ada kewajiban hukum apa pun yang harus kami ikuti. Tapi kami tetap waspada,” kata seorang sumber di industri perbankan yang enggan disebut namanya, seperti dilaporkan Reuters.
Rasanya, kebingungan ini yang paling menyiksa. Sumber tadi mengaku sudah coba berdiskusi dengan pihak pemerintahan untuk mencari kejelasan. Meski bingung, para pemberi pinjaman ini tak bisa menganggap enteng arahan Trump. Mereka menanggapi serius. Bahkan salah satu bank besar konon sudah menyiapkan CEO-nya untuk kemungkinan menerima telepon langsung dari pejabat tinggi.
Artikel Terkait
Menag Terbang ke Kairo, Godok Rencana Cabangkan Al-Azhar di Indonesia
Cinta Tak Tergenang Banjir: Pengantin Digendong Menuju Pelaminan
Musk Tuntut OpenAI dan Microsoft Rp2.000 Triliun, Klaim Dukung Saat Masih Seumur Jagung
Puncak Arus Balik Libur Isra Mikraj Diprediksi Capai 197 Ribu Kendaraan