"Informasi teknis terkait temuan serpihan, lokasi detail, serta perkembangan lanjutan pencarian akan disampaikan secara berkala dan resmi oleh otoritas terkait," kata Dudy menambahkan. Ia merujuk pada Basarnas dan Ditjen Perhubungan Udara sebagai sumber informasi resmi nantinya.
Pemerintah juga membuka Crisis Center di Bandara Sultan Hasanuddin. Tempat ini jadi pusat koordinasi informasi untuk keluarga dan pihak-pihak yang membutuhkan klarifikasi langsung.
Masyarakat pun diminta untuk tidak mudah percaya pada informasi yang belum jelas asalnya. Hindari spekulasi. Semua perkembangan akan diumumkan secara resmi melalui jalur yang sudah ditentukan. Proses pencarian dan penanganan ini, menurut pemerintah, mengikuti prosedur keselamatan dan standar internasional yang ketat. Mereka berjanji akan mendukung penuh setiap langkah lanjutan.
Suasana di lokasi tentu mencekam. Namun, kerja tim di lapangan terus berjalan, mencoba menyibak misteri di balik awan tebal itu.
Artikel Terkait
AS Tembak Torpedo ke Kapal Iran, Pertama Sejak Perang Dunia II
Menlu Sugiono Serukan Deeskalasi dan Tawarkan Indonesia Jadi Mediator Konflik AS-Israel-Iran
Menlu Sugiono Serahkan Surat Belasungkawa Prabowo untuk Iran, Bahas Eskalasi Timur Tengah
Pelni Proyeksikan Penumpang Mudik Lebaran 2026 Turun Tipis Jadi 641.025 Orang