"Informasi teknis terkait temuan serpihan, lokasi detail, serta perkembangan lanjutan pencarian akan disampaikan secara berkala dan resmi oleh otoritas terkait," kata Dudy menambahkan. Ia merujuk pada Basarnas dan Ditjen Perhubungan Udara sebagai sumber informasi resmi nantinya.
Pemerintah juga membuka Crisis Center di Bandara Sultan Hasanuddin. Tempat ini jadi pusat koordinasi informasi untuk keluarga dan pihak-pihak yang membutuhkan klarifikasi langsung.
Masyarakat pun diminta untuk tidak mudah percaya pada informasi yang belum jelas asalnya. Hindari spekulasi. Semua perkembangan akan diumumkan secara resmi melalui jalur yang sudah ditentukan. Proses pencarian dan penanganan ini, menurut pemerintah, mengikuti prosedur keselamatan dan standar internasional yang ketat. Mereka berjanji akan mendukung penuh setiap langkah lanjutan.
Suasana di lokasi tentu mencekam. Namun, kerja tim di lapangan terus berjalan, mencoba menyibak misteri di balik awan tebal itu.
Artikel Terkait
Geliat Industri 2026: 1.236 Pabrik Baru Siap Serap 218 Ribu Pekerja
Pendaftaran SIPSS Polri 2026 Dibuka, Cuma Sampai 22 Januari
Persib Berburu Bek PSG, Kurzawa Didekati untuk Perkuat Lini Belakang
MilkLife Soccer Challenge Semarang: Bibit Masa Depan Timnas Putri Bersinar di Lapangan