Rabu lalu, di tengah situasi yang masih tegang, Menteri Luar Negeri Sugiono menemui Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi. Pertemuan itu bukan sekadar formalitas biasa. Ada pesan penting yang dibawa dari Istana.
Sugiono menyerahkan sepucuk surat. Isinya? Ungkapan belasungkawa terdalam dari Presiden Prabowo Subianto, menyusul wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Khamenei meninggal setelah serangan yang dilancarkan oleh Israel dan Amerika Serikat di akhir Februari lalu.
“Saya juga menyampaikan surat dari Presiden @prabowo kepada Presiden Masoud Pezeshkian yang menyampaikan belasungkawa terdalam Iran atas wafatnya Yang Mulia Ayatollah Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran,”
Begitu bunyi cuitan Menlu Sugiono di akun X-nya, menegaskan isi pertemuan tersebut.
Namun begitu, percakapan mereka tak hanya berhenti di situ. Pertemuan itu juga membahas situasi panas di Timur Tengah yang kian mencekam. Sugiono dengan jelas menyuarakan posisi Indonesia.
Artikel Terkait
Menlu Sugiono Serukan Deeskalasi dan Tawarkan Indonesia Jadi Mediator Konflik AS-Israel-Iran
Pelni Proyeksikan Penumpang Mudik Lebaran 2026 Turun Tipis Jadi 641.025 Orang
Pemerintah Tanggapi Penurunan Outlook Fitch dengan Sorot Fundamental Ekonomi yang Kuat
Gubernur California Newsom Sebut Israel Negara Apartheid dan Pertanyakan Bantuan Militer AS