Bayi Dua Hari Ditemukan di Gerobak Nasi Uduk, Disertai Surat Pilu dari Kakak 12 Tahun

- Kamis, 05 Maret 2026 | 00:35 WIB
Bayi Dua Hari Ditemukan di Gerobak Nasi Uduk, Disertai Surat Pilu dari Kakak 12 Tahun

Seorang bayi perempuan ditemukan dalam keadaan hidup di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Ia terbaring di dalam sebuah tas belanja hitam, yang diletakkan di atas gerobak nasi uduk. Penemuan ini terjadi Selasa sore lalu, sekitar pukul setengah enam, usai seorang warga mendengar suara tangisan lembut dari arah gerobak.

Kapolsek Pasar Minggu, Kompol Anggiat Sinambela, membenarkan temuan itu pada Rabu (4/3/2026).

"Telah ditemukan seorang bayi perempuan," ujarnya.

Lokasi persisnya adalah di Jalan Pejaten Raya, tepatnya di depan rumah warga. Saksi yang pertama kali melihat, seorang perempuan bernama Dinda, langsung mengecek sumber suara itu. Di sanalah ia melihat tas hitam di gerobak. Saat dibuka, terlihatlah sosok mungil bayi itu.

Bayi itu mengenakan pakaian bergambar beruang biru dan diselimuti selimut bayi. Posisinya miring. Rupanya, di dalam tas itu bukan cuma ada bayi. Warga juga menemukan beberapa barang keperluan: sekaleng susu bubuk, tisu basah, sarung tangan, dan yang paling menyentuh, secarik kertas bertulisan tangan.

Dengan sigap, warga sekitar membersihkan dan mengganti popok bayi malang itu sebelum akhirnya melaporkan kejadian ini ke pihak berwenang. Laporan mengalir dari FKDM Kelurahan hingga ke meja Polsek Pasar Minggu. Dugaan kuat, bayi ini sengaja ditelantarkan.

"Bayi perempuan tersebut diperkirakan berusia 2 hari," jelas Anggiat, merujuk pada informasi dari kertas yang ditemukan. "Berdasarkan tulisan kertas yang dituliskan oleh seorang bernama Zidan yang diduga orang yang dengan sengaja menelantarkan bayi di TKP."

Polisi kini sedang menyelidiki siapa orang tua si bayi. Mereka memeriksa rekaman CCTV di sekitar lokasi dan mengumpulkan keterangan saksi. Sementara itu, untuk keselamatannya, bayi tersebut telah dibawa ke Puskesmas Kecamatan Pasar Minggu untuk diperiksa dan dirawat.

"Betul, (orang tua si bayi) masih dalam penyelidikan," kata Anggiat menegaskan.

Surat yang menyertai bayi itu mengungkap cerita pilu. Ditulis dengan tangan di atas kertas putih, seorang anak bernama Zidan yang mengaku berusia 12 tahun menyebut diri sebagai kakak si bayi. Isi suratnya singkat namun menghujam.

Assalamualaikum, Bapak/Ibu yang menemukan adik saya, saya Zidan ingin minta tolong untuk merawat adik saya. Karena ibu saya meninggal saat melahirkan. Tolong anggap seperti anak sendiri karena saya tidak akan menemukan atau mengunjunginya dia lagi. Saya tidak mau masa depan dia seperti saya. Terima kasih

Zidan 12 tahun
Adik saya lahir 2 Maret 2026, namanya Ameera Ramadhani

Surat itu seperti meninggalkan ruang sunyi yang luas untuk ditafsirkan. Siapa Zidan sebenarnya? Di mana dia sekarang? Dan seperti apa masa lalu yang ingin dia hindarkan dari adiknya, Ameera Ramadhani? Pertanyaan-pertanyaan itu kini menggantung, menunggu jawaban dari penyelidikan polisi yang masih terus berlangsung.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar