Di tengah perhatian serius terhadap angka pengangguran, ada optimisme yang mengemuka dari Kamar Dagang dan Industri Indonesia. Kadin memproyeksikan ekonomi nasional bakal tumbuh hingga 5,5 persen di tahun 2026. Target ini, meski ambisius, diyakini bisa jadi pijakan awal menuju pertumbuhan yang lebih progresif ke depannya.
Ketua Umum Kadin, Anindya Bakrie, tak menampik bahwa tantangan itu nyata. Angka pengangguran masih di level 4,85 persen, dengan 17 persen di antaranya adalah anak muda. Namun begitu, ia melihat celah untuk bergerak maju.
“Kita bicara pro growth target kita 5,4-5,5 persen menuju kepada angka yang lebih besar di kemudian hari,” ujar Anindya.
Pernyataan itu disampaikannya usai acara Global & Domestic Economic Outlook 2026 di Jakarta, Kamis lalu.
Lantas, bagaimana caranya? Menurut Anindya, kuncinya ada pada optimalisasi tiga komponen utama. Pemerintah dinilai harus bisa menyalurkan anggaran dengan lebih produktif dan efektif. Program-program strategis macam Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, misalnya, perlu melibatkan pelaku usaha sektor riil. Tujuannya sederhana: agar dampaknya benar-benar terasa hingga ke pelosok daerah.
Artikel Terkait
Rp60 Triliun untuk Pulihkan Rumah dan Infrastruktur yang Porak-poranda di Tiga Provinsi Sumatera
Meikarta Siap Jadi Percontohan Rusun Bersubsidi pada 2026
Darurat Sampah Nasional Ditetapkan, Hanya 24 Persen yang Terkelola
Banjir Lumpuhkan Jalur KA Kendal, Delapan Kereta Terjebak dan Terlambat