WASHINGTON DC Klaim Iran soal serangan rudal balistik ke kapal induk USS Abraham Lincoln dibantah keras oleh Komando Pusat AS, atau CENTCOM. Mereka dengan tegas menyebut pernyataan itu bohong belaka.
Sebelumnya, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengaku telah meluncurkan empat rudal balistik yang menargetkan kapal induk legendaris AS tersebut. Menurut IRGC, serangan terhadap pasukan Amerika itu kini sudah memasuki babak baru yang lebih intens.
"Darat dan laut akan semakin menjadi kuburan para agresor teroris,"
begitu pernyataan tegas IRGC yang dikutip dari kantor berita Anadolu, Senin (2/3/2026).
Tapi, menurut CENTCOM, klaim itu jauh dari kenyataan. Mereka malah menyebut rudal-rudal itu sama sekali tidak sampai mendekati Abraham Lincoln. Bahkan, jaraknya masih sangat jauh.
Pertukaran klaim sengit ini terjadi di tengah memanasnya situasi. Operasi gabungan AS dan Israel terhadap Iran sendiri sudah berjalan sejak Sabtu lalu, 28 Februari 2026.
Serangan awal itu dilaporkan menewaskan sejumlah pejabat tinggi Iran. Yang paling mengejutkan, Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei disebut-sebut termasuk di antara korban.
Tak tinggal diam, Teheran pun membalas. Mereka melancarkan serangan drone dan rudal yang menyasar aset-aset Amerika dan sekutunya di kawasan Teluk. Ketegangan pun kian memuncak.
Artikel Terkait
Iran Buka Akses Penuh Selat Hormuz Selama Gencatan Senjata Lebanon Berlangsung
Kedatangan Patrick Kluivert ke Jakarta Banjir Sambutan, Latihan Barcelona Legends Terganggu
Kemenkes Luncurkan Sistem Pelabelan Nutri-Level untuk Kendalikan Gula, Garam, dan Lemak
Unpad Nonaktifkan Guru Besar Diduga Pelecehan Seksual terhadap Mahasiswi Pertukaran