ROMA – Stadio Olimpico menyaksikan drama yang luar biasa dini hari tadi. Juventus, yang sempat terkapar tertinggal 1-3 dari AS Roma, bangkit secara heroik untuk meraih hasil imbang 3-3. Hasil ini, meski cuma satu poin, terasa seperti kemenangan bagi Si Nyonya Tua. Pesannya jelas: mereka belum mati.
Di ruang konferensi pers, aura Luciano Spalletti terlihat campur aduk. Pelatih berusia 66 tahun itu mengakui, reaksi timnya di menit-menit akhir patut diacungi jempol. Tapi, jalannya pertandingan? Itu cerita lain.
"Kalau bicara soal reaksi, saya senang. Tapi melihat jalannya musim sejauh ini, jujur saja saya kurang puas," ucap Spalletti kepada DAZN Italia.
Ia menyoroti sisi ceroboh timnya yang kerap muncul. Namun begitu, determinasi untuk bangkit terutama setelah beberapa laga harus bertahan dengan 10 pemain tidak bisa dipandang sebelah mata. Mentalitas baja itu pulalah yang membawa mereka melalui 120 menit melelahkan melawan Galatasaray di Liga Champions pekan lalu.
Laga melawan Roma sendiri adalah cermin dari karakter itu. Hingga menit ke-78, segalanya tampak suram. Tapi keputusan Spalletti memasukkan Jeremie Boga dan Federico Gatti berubah menjadi masterstroke. Keduanya menjadi pahlawan yang menyelamatkan satu poin berharga.
Di sisi lain, ambisi utama tak pernah berubah: finis empat besar. Itulah bahan bakar yang membuat Juventus tetap beringas, mengejar tiket Liga Champions musim depan. Meski kini terlempar ke posisi keenam, selisih empat poin dari Roma di peringkat keempat dinilai masih sangat mungkin dikejar.
Bagi Spalletti, tugasnya lebih dari sekadar meracik taktik. Di usianya, ia merasa punya misi menularkan api semangat kepada pemain-pemain muda seperti Kenan Yildiz dan Edon Zhegrova. Ia yakin, kombinasi antara kualitas individu dan kepercayaan diri bisa melahirkan keajaiban di lapangan hijau.
"Tentu saja saya percaya. Saya hidup untuk peringkat keempat," tegasnya.
Dengan dukungan suporter yang mulai kembali solid, Spalletti optimis. Ia memprediksi Juventus akan menjalani fase akhir musim dengan gemilang. Malam penuh drama di Olimpico mungkin bukan kemenangan sempurna, tapi itu cukup untuk menunjukkan bahwa jantung Bianconeri masih berdetak kencang.
Artikel Terkait
IRGC Serang Pangkalan Udara Israel sebagai Balasan atas Gempuran di Lebanon
Presiden Prabowo Lantik Nanik S Deyang sebagai Kepala BGN Gantikan Dadan Hindayana yang Ditangkap Kejagung
Satgas PASTI Bongkar Praktik Dana Ilegal Koperasi BLN, Ketua Koperasi Ditangkap
Timnas U-19 Indonesia Juara Grup A Usai Taklukkan Vietnam 2-1, Melaju ke Semifinal Piala AFF U-19 2026