“Bagaimana supaya belanja pemerintah ini makin produktif, efektif, sehingga bisa sampai kepada daerah-daerah,” kata Anindya lagi.
Di sisi lain, sektor perdagangan disebutnya sedang menunjukkan tren positif. Momentum ini jelas tak boleh disia-siakan. Ia juga meyakini kehadiran Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara akan menjadi motor penggerak baru bagi geliat investasi tahun depan. Syaratnya, stabilitas ekonomi dalam negeri harus tetap terjaga.
Optimisme Kadin ini rupanya sejalan dengan nada pemerintah. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bahkan pernah menyebut target yang lebih tinggi, yakni 6 persen pada 2026.
Untuk mencapainya, Purbaya menyiapkan strategi integrasi tiga mesin pertumbuhan: fiskal, sektor keuangan, dan investasi. Penyelarasan ketiganya diharapkan bisa menciptakan pertumbuhan yang bukan cuma kuat, tapi juga berkualitas dan berkelanjutan.
Jadi, meski angka pengangguran masih menggelayut di benak, semuanya kini bergerak merancang langkah. Tahun 2026 akan menjadi ujian nyata, apakah proyeksi optimistis ini bisa benar-benar terwujud di tengah dinamika yang ada.
Artikel Terkait
Rp60 Triliun untuk Pulihkan Rumah dan Infrastruktur yang Porak-poranda di Tiga Provinsi Sumatera
Meikarta Siap Jadi Percontohan Rusun Bersubsidi pada 2026
Darurat Sampah Nasional Ditetapkan, Hanya 24 Persen yang Terkelola
Banjir Lumpuhkan Jalur KA Kendal, Delapan Kereta Terjebak dan Terlambat