Chevron kemungkinan besar bakal dapat lampu hijau dari pemerintah AS. Izin operasionalnya di Venezuela dikabarkan akan diperluas, mungkin bahkan dalam hitungan hari ini. Tujuannya jelas: mendongkrak produksi dan membuka keran ekspor minyak dari negara Amerika Selatan itu langsung ke Amerika Serikat.
Menurut kabar yang beredar di kalangan industri, Chevron bakal jadi salah satu dari segelintir perusahaan yang dapat restu dari pemerintahan Trump untuk kembali beraktivitas di Venezuela. Informasi ini datang dari tiga sumber berbeda yang dekat dengan urusan minyak, seperti yang dilaporkan Reuters Rabu lalu.
Latar belakangnya, sejak aksi penangkapan Presiden Nicolas Maduro oleh AS, perusahaan-perusahaan minyak, pedagang, hingga penyulingan di Amerika Serikat memang sedang gencar mencari celah. Mereka ingin kembali mengakses pasokan minyak mentah Venezuela yang melimpah itu.
Ambil contoh Marathon Petroleum. Perusahaan berbasis AS itu disebut-sebut sedang dalam pembicaraan dengan pemerintah untuk bisa menerima kiriman minyak mentah Venezuela ke kilang-kilangnya. Begitu kata sumber terpisah yang tahu soal diskusi tersebut.
Tak cuma mereka. Valero Energy, plus pedagang global macam Mercuria dan Glencore, juga dikabarkan sudah membuka pembicaraan dengan Washington. Intinya sama: mengantre lisensi agar bisa kembali berbisnis dengan Caracas.
Soal kabar ini, juru bicara Chevron memilih berhati-hati. Lewat sebuah pernyataan, mereka hanya menegaskan bahwa perusahaan selalu beroperasi sesuai hukum dan regulasi yang berlaku, termasuk soal sanksi. Sementara itu, Marathon, Valero, Mercuria, dan Glencore memilih diam, belum memberikan tanggapan sama sekali.
Artikel Terkait
Hindari Kamar Berakhiran -01 dan -02 Jika Ingin Tidur Nyenyak di Hotel
Prabowo Khusus Undang 1.200 Akademisi Sosial Humaniora ke Istana
Hujan Tak Kunjung Reda, BMKG Ungkap Penyebab Cuaca Ekstrem hingga 19 Januari
Biodiesel B50 Ditunda, Harga CPO Malaysia Tergerus Sentimen Negatif