Prabowo Genjot Pembangunan Sekolah Unggulan, Targetkan 500 Kampus dalam 4 Tahun

- Rabu, 14 Januari 2026 | 13:50 WIB
Prabowo Genjot Pembangunan Sekolah Unggulan, Targetkan 500 Kampus dalam 4 Tahun

JAKARTA – Bagi Presiden Prabowo Subianto, kemajuan sebuah bangsa tidak bisa lepas dari penguasaan iptek. Itu sebabnya, menurutnya, kehadiran sekolah-sekolah unggulan semacam SMA Taruna Nusantara dinilai sangat krusial untuk masa depan Indonesia.

“Hanya dengan ilmu pengetahuan dan teknologi kita dapat mencapai tingkat peradaban yang tinggi,” tegas Prabowo, Rabu (14/1/2026).

Dia melanjutkan, “Dengan begitu, kesejahteraan rakyat bisa terwujud. Kualitas hidup seluruh masyarakat Indonesia bisa lebih baik, jauh dari ancaman kemiskinan dan kelaparan.”

Pernyataan itu bukan tanpa alasan. Prabowo melihat, pola serupa sudah lama diterapkan di banyak negara. Sekolah khusus yang menyiapkan calon-calon pemimpin dan ilmuwan ternyata menjadi tulang punggung pembangunan, baik di negara maju maupun yang sedang berkembang pesat.

Ambil contoh Inggris. Negeri itu sudah ratusan tahun punya tradisi sekolah unggulan. Malaysia pun tak kalah, dengan lebih dari 20 sekolah sejenis. Sementara di negara-negara maju lainnya, jumlahnya bisa mencapai puluhan bahkan ratusan.

Nah, SMA Taruna Nusantara sendiri sejak awal didirikan memang punya misi jelas: menjaring siswa berpotensi tinggi, lalu membinanya secara intensif. Tujuannya agar mereka cepat menguasai ilmu dan kelak jadi kader bangsa yang memberi kontribusi nyata.

Kini, upaya pemerataan kesempatan itu mulai terlihat. Selain kampus utama di Magelang yang berdiri tahun 1990, pemerintah sudah mengoperasikan cabang di Malang, Jawa Timur dan Cimahi, Jawa Barat. Tapi itu belum cukup.

Rencananya, pembangunan kampus baru akan menyebar ke beberapa titik strategis. Mulai dari kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan, Minahasa di Sulawesi Utara, hingga Pagar Alam di Sumatera Selatan. Targetnya, semua kampus ini bisa beroperasi menjelang akhir 2026.

Namun begitu, ambisi pemerintah tak berhenti di situ. Ada rencana lebih besar: mendirikan sekitar 20 sekolah unggulan baru dengan nama SMA Garuda.

“Nanti sasaran kita hampir di tiap provinsi harus ada satu SMA Taruna Nusantara atau SMA Garuda, satu sekolah unggulan,” papar Prabowo.

Dan itu belum semuanya. “Rencana saya juga di tiap kabupaten nanti kita akan membuat sekolah unggulan terintegrasi. Kita berharap 500 ini bisa kita selesaikan dalam 4 tahun ke depan,” tambahnya.

Jika target itu tercapai, dalam waktu dekat Indonesia akan memiliki jejaring sekolah unggulan yang luas. Sebuah langkah besar, tentunya, untuk mengejar ketertinggalan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar