Kini, upaya pemerataan kesempatan itu mulai terlihat. Selain kampus utama di Magelang yang berdiri tahun 1990, pemerintah sudah mengoperasikan cabang di Malang, Jawa Timur dan Cimahi, Jawa Barat. Tapi itu belum cukup.
Rencananya, pembangunan kampus baru akan menyebar ke beberapa titik strategis. Mulai dari kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan, Minahasa di Sulawesi Utara, hingga Pagar Alam di Sumatera Selatan. Targetnya, semua kampus ini bisa beroperasi menjelang akhir 2026.
Namun begitu, ambisi pemerintah tak berhenti di situ. Ada rencana lebih besar: mendirikan sekitar 20 sekolah unggulan baru dengan nama SMA Garuda.
“Nanti sasaran kita hampir di tiap provinsi harus ada satu SMA Taruna Nusantara atau SMA Garuda, satu sekolah unggulan,” papar Prabowo.
Dan itu belum semuanya. “Rencana saya juga di tiap kabupaten nanti kita akan membuat sekolah unggulan terintegrasi. Kita berharap 500 ini bisa kita selesaikan dalam 4 tahun ke depan,” tambahnya.
Jika target itu tercapai, dalam waktu dekat Indonesia akan memiliki jejaring sekolah unggulan yang luas. Sebuah langkah besar, tentunya, untuk mengejar ketertinggalan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.
Artikel Terkait
Amran Minta Rp5,1 Triliun untuk Bangkitkan Pertanian Sumatera yang Terendam Banjir
Tiga Provinsi Masuk Status Awas Menghadapi Hujan Lebat
Greenland Tegaskan Kesetiaan pada Denmark, Tolak Tawaran Akuisisi AS
Herdman Yakin Indonesia Bisa Tembus Perempat Final Piala Asia 2027