Warga Asing Diduga Buka Celana di Taman Blok M, Beralasan Kegerahan

- Minggu, 11 Januari 2026 | 16:18 WIB
Warga Asing Diduga Buka Celana di Taman Blok M, Beralasan Kegerahan

Video yang memperlihatkan seorang pria warga negara asing diduga memamerkan kemaluannya di Taman Literasi Blok M mendadak viral. Aksi tak senonoh itu langsung mendapat sorotan, dan polisi pun bergerak cepat mengecek lokasi kejadian.

Dalam rekaman yang beredar luas itu, terlihat seorang petugas keamanan mendatangi pria WNA tersebut. Suara si pelaku terdengar berbicara dalam bahasa asing saat ditegur. Yang bikin geram, kata si perekam, ini bukan kejadian pertama. Rupanya aksi serupa pernah terjadi sebelumnya.

Pria itu tampak berusaha memberi penjelasan, sambil memperagakan posisi celananya. Ia juga melontarkan sepatah dua patah kata dalam bahasa Inggris, meski tak jelas maksudnya.

Kabar ini dibenarkan oleh Kanit Reskrim Polsek Kebayoran Baru, Kompol Suparmin. Menurutnya, kejadian ini berlangsung pada Sabtu (10/1) lalu. Lokasinya persis di kawasan Taman Literasi yang biasa ramai itu.

Nah, alasan yang diberikan pelaku ini cukup mengundang geleng-geleng kepala. Berdasarkan keterangan saksi yang dihimpun polisi, pria WNA itu beralasan cuaca di Indonesia terlalu panas. Panasnya sampai membuatnya gerah dan merasa gatal dari leher ke bawah, begitu katanya.

“Keterangan dari saksi, saksi menanyakan ke pelakunya alasan mengapa melakukan perbuatan tersebut. Alasannya cuacanya di Indonesia sangat panas dan membuat gatal dari leher sampai bawah gitu,” jelas Kompol Suparmin, Minggu (11/1).

Sayangnya, saat kejadian, pihak keamanan setempat hanya mengusir si pelaku. Dia pun akhirnya pergi meninggalkan taman. Suparmin menyesalkan hal ini. Ia mengimbau agar kejadian serupa segera dilaporkan ke polisi, jangan cuma diusir begitu saja.

“Jadi sama security cuma diusir, enggak diminta nomor teleponnya, lain kali sudah kita imbau kalau ada begitu telepon dulu ke kita ke Polsek biar kita datang dari pihak kepolisian,” tegasnya.

Polisi juga mendorong korban atau saksi agar berani melapor. Tujuannya jelas, untuk menelusuri apakah ini dilakukan oleh pelaku yang sama secara berulang.

“Iya (korban) kita imbau (melapor) kalau emang ini lapor kan biar nanti ada kejadian yang sama atau apa tersangkanya sama berarti udah berapa kali kan,” tambah Suparmin.

Untuk saat ini, tim sudah memeriksa TKP. Mereka juga masih menyisir rekaman CCTV di sekitar area, berharap bisa mengidentifikasi wajah pelaku. “Kita sambil cek CCTV kan enggak ada nih, kita imbau aja sambil kita cari (pelaku),” tuturnya. Imbauannya juga kepada pengelola: pasang CCTV lebih banyak, dan amankan pelaku jika terulang sebelum polisi datang.

Pramono Minta Pelaku Dihukum Berat

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, tak tinggal diam. Ia ikut angkat bicara dan menegaskan bahwa pelaku harus dihukum seberat-beratnya.

“Ya kalau itu dilakukan dan tertangkap, dihukum seberat-beratnya,” ujar Pramono dengan nada tegas, saat ditemui di TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat, pada Minggu (11/1).

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar