Namun begitu, surat itu bukan cuma berisi ucapan syukur. Nusyifa menuliskan harapan besarnya. Baginya, Sekolah Rakyat lebih dari sekadar tempat menimba ilmu. Itu adalah ruang untuk membentuk karakter, mengasah kreativitas, dan menumbuhkan jiwa kepemimpinan sejak usia dini.
Imajinasinya bahkan melayang lebih jauh. Dia membayangkan kontribusi yang bisa dia dan teman-temannya berikan sepuluh atau dua puluh tahun mendatang. Visi yang cukup matang untuk seorang bocah kelas 4 SD.
Kebahagiaannya pun sempurna. Prabowo merespons kehadirannya dengan hangat, menyapa dan menjabat tangannya. Momen singkat itu, sapaan langsung dari presiden, jelas meninggalkan kesan yang terpatri dalam di benak Nusyifa. Sebuah pengalaman yang mungkin akan jadi cerita pengobar semangatnya bertahun-tahun ke depan.
Artikel Terkait
Menteri UMKM Soroti Banjir Impor Ilegal Sebagai Ancaman Utama Bagi Pelaku Usaha
Kadin Rancang Kajian MBGnomics dan Siap Manfaatkan Peluang Tarif AS
Inspirasi Ceramah Singkat Ramadhan: Dari Kejujuran hingga Empati Sosial
Pemprov NTB dan ITDC Bahas Penanganan Banjir Terpadu di KEK Mandalika