Di sisi lain, Sri Mulyani sendiri menyambut penunjukan ini dengan semangat dan rasa hormat.
"Saya merasa terhormat bergabung dengan dewan Gates Foundation untuk berkontribusi pada momen krusial yang penuh tantangan dan peluang ini," kata Sri.
Dan dia punya modal yang jelas. "Saya sangat termotivasi untuk membawa pengalaman saya di bidang keuangan global, kebijakan ekonomi, dan tata kelola yang baik ke dalam upaya-upaya penting ini," lanjutnya. Tujuannya sederhana namun berat: menyelamatkan nyawa dan meningkatkan kesejahteraan hidup.
Nantinya, dia akan bekerja bersama sederet nama lain di dewan. Di antaranya Ashish Dhawan, Dr. Helene Gayle, Strive Masiyiwa, Thomas J. Tierney, Mark Suzman, dan tentu saja, Bill Gates sendiri.
Selain kabar tentang Sri Mulyani, ada juga pengumuman restrukturisasi internal. Gates Foundation membentuk divisi baru bernama Africa and India Offices (AIO). Divisi ini, yang dipimpin oleh Ankur Vora, punya misi strategis: memperkuat suara kawasan dan negara-negara tersebut dalam pengambilan keputusan yayasan. Vora akan memegang peran ganda, sebagai Presiden AIO sekaligus Chief Strategy Officer.
Tak hanya itu, yayasan juga menunjuk Hari Menon untuk memimpin divisi Global Growth and Opportunity (GGO). Posisinya sebagai presiden GGO menempatkannya sebagai penanggung jawab beragam program. Cakupannya luas sekali, mulai dari pengembangan pertanian, sistem keuangan inklusif, sampai sanitasi, fortifikasi pangan skala besar, dan pendidikan global. Langkah-langkah ini sepertinya menunjukkan arah yang lebih terfokus dan berbasis wilayah.
Artikel Terkait
Knesset Bergemuruh: Seruan Pendudukan Gaza Langgar Rencana Damai AS
Zahra Muzdalifah Bocorkan Resep Pelatih Ideal untuk Garuda Pertiwi
Gelombang Aduan Konsumen Online Tembus Rp18,1 Miliar di 2025
Surat Harapan Nusyifa untuk Prabowo di Tengah Peresmian Sekolah Rakyat