Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan, kembali menekankan pentingnya menjaga alam. Pesan ini ia sampaikan sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto. Tak hanya sekadar imbauan, hal ini memang sudah jadi bagian dari program 'Green Policing' yang digaungkan Polda Riau sejak lama.
Sebelumnya, Presiden Prabowo sendiri telah menegaskan hal serupa. Saat bertemu korban bencana di Batang Toru, Tapanuli Selatan, Rabu (31/12/2025) silam, ia mengingatkan semua pihak untuk lebih waspada dan hormat pada alam.
"Saudara-saudara sekalian, negara kita sangat besar, sangat indah, sangat makmur tapi memang kita harus waspada terhadap alam. Karena itu alam harus kita hormati, alam harus kita jaga, alam harus kita rawat, tidak boleh kita rusak alam,"
Nah, menariknya, komitmen serupa sudah lebih dulu dijalankan Kapolda Herry. Sejak awal menjabat pada Maret 2025, ia sudah mengusung konsep Green Policing. Bukan sekadar jargon, ini adalah strategi nyata yang menyelipkan misi pelestarian lingkungan dalam setiap tugas kepolisian. Salah satu wujud konkretnya? Penanaman pohon.
Di Riau, masalah lingkungan bukan hal sepele. Hampir 80 persen persoalan di daerah ini berakar dari kerusakan alam. Berangkat dari fakta pahit itulah, Green Policing hadir sebagai pendekatan humanis. Konsep ini berusaha menggerakkan seluruh lapisan masyarakat, atau yang disebut komunitas pentahelix, untuk bersama-sama merawat Bumi Lancang Kuning.
"Kita harus membuat terobosan yang punya nilai-nilai ekologis. Kita sayang, cinta kepada alam, alam akan cinta kepada kita. Kita jaga alam, maka alam akan menjaga kita,"
Begitu penjelasan Irjen Herry Heryawan di berbagai kesempatan. Baginya, aktivitas menanam pohon punya makna yang sangat dalam.
"Menanam pohon, sama dengan menanam harapan. Satu pohon yang kita tanam hari ini akan memberikan dampak nyata bagi generasi yang akan datang,"
Ia meyakini, satu batang pohon yang ditanam hari ini adalah investasi untuk keberlangsungan hidup anak cucu nanti.
Namun begitu, upaya ini tak akan berarti tanpa dukungan luas. Kapolda Riau pun terus berupaya menggugah kesadaran komunitas. Menurut Herry, pendekatannya harus dari bawah, bukan instruksi semata. "Kita harus melihat dampak masalah yang terjadi dan di sini 80 persen adalah masalah lingkungan," ujarnya.
"Yang harus kita gandeng bersama adalah seluruh pemangku kepentingan, terutama pemerintah daerah yang memegang peranan untuk bisa memberikan kesadaran kolektif bagi kita semua, mulai dari tingkat PAUD, TK, SD, semua,"
Jelas sekali, bagi jenderal bintang dua ini, menjaga alam adalah tugas kolektif yang harus dimulai dari pendidikan paling dini. Sebuah langkah panjang, tapi harus dimulai dari sekarang.
Artikel Terkait
Polisi Amankan Empat Pelajar dan Alumni dalam Konvoi Kelulusan yang Tantang Lawan di Bogor
Wanita Muda Ditemukan Tewas di Hotel Kebayoran Baru, Polisi Tangkap Pelaku Kurang dari 24 Jam
Polisi Sterilisasi Area Java Jazz Festival, Tak Temukan Benda Mencurigakan
Polisi Gerebek Diskotek di Labuhanbatu, Amankan Enam Orang dan Temukan Pil Ekstasi Bermerek Minion