Tahun 2026 bakal jadi titik balik buat Kia di Indonesia. Bukan sekadar ganti tahun, tapi lebih ke awal babak baru. Perusahaan asal Korea Selatan itu resmi mengumumkan transformasi besarnya, sebagai bentuk komitmen jangka panjang mereka di pasar otomotif nasional yang semakin dinamis.
Di markas kumparan, mereka memperkenalkan identitas barunya: PT Kia Sales Indonesia (KSI). Perubahan nama entitas ini bukan cuma formalitas. Menurut mereka, ini langkah awal buat pendekatan yang lebih fokus, lincah, dan tentu saja, mengarah ke masa depan.
Managing Director KSI, Bayu Riyanto, yang ditemui di Pasar Minggu, Jakarta, Senin (12/1/2026) lalu, mencoba menjelaskan semangat di balik perubahan ini.
"Logo Kia kan sudah berganti di tahun 2021. Nah, spirit baru itulah yang mau kami bawa untuk membentuk ulang brand Kia di sini," ujar Bayu.
"Kita sebenarnya bukan merek baru. Keberadaan kami di Indonesia sudah lebih dari 25 tahun. Sudah lama."
Bayu bercerita, selama lebih dari dua dekade itu, Kia telah menemani mobilitas banyak keluarga Indonesia dengan beragam produknya. Kehadirannya ternyata sudah mengakar, bahkan sampai ke daerah-daerah.
Dia memberi contoh nyata.
"Ambil contoh satu diler di Bandung, Jawa Barat. Mereka masih bisa menangani 300 sampai 500 mobil per bulan. Kalau setahun, bisa 3.000 hingga 4.000 unit. Itu artinya, secara merek, kita sudah punya "consumer base" sendiri di sini," terangnya.
Artikel Terkait
Gelombang Aduan Konsumen Online Tembus Rp18,1 Miliar di 2025
Surat Harapan Nusyifa untuk Prabowo di Tengah Peresmian Sekolah Rakyat
Diskon 50% Iuran JKK-JKM untuk Pekerja Transportasi Mulai 2026
Shoigu Telepon Iran, Kutuk Keras Campur Tangan Barat