Kini, di bawah payung langsung Kia Global, PT KSI merasa lebih siap. Siap menghadapi pasar yang geraknya cepat sekali dan penuh warna. Tujuannya jelas: melanjutkan eksistensi yang sudah dibangun puluhan tahun.
Mereka memandang, pendekatan bisnis sekarang harus terfokus dan terintegrasi. Bukan cuma soal jual mobil baru, tapi juga membangun pengalaman kepemilikan yang utuh buat pelanggan.
"Kia percaya, brand yang bertahan lama dibangun dari konsistensi, kepercayaan, dan kemampuan adaptasi dengan kebutuhan pasar," tegas Bayu.
Adaptasi itu penting. Lihat saja jejak mereka. Banyak nama yang sudah melekat di benak masyarakat, dari generasi ke generasi. Picanto, Carnival, Carens, sampai Sportage. Lalu yang anyar seperti Seltos, Sonet, dan mobil listrik EV6 serta EV9.
Dengan fondasi baru ini, Kia berharap bisa mengambil keputusan lebih cepat, lebih dekat dengan pasar, dan kontribusinya lebih relevan bagi ekosistem otomotif dalam negeri.
Fase baru ini, pada intinya, adalah persiapan menjawab tantangan industri ke depan. Mulai dari transformasi teknologi, isu keberlanjutan, hingga kebutuhan mobilitas masyarakat Indonesia yang terus berubah.
Bayu menutup pembicaraan dengan penegasan.
"Satu hal yang pasti, Kia berkomitmen untuk terus tumbuh bersama Indonesia. Semangat baru ini kami bangun di atas perjalanan panjang yang sudah kami lalui."
Artikel Terkait
Surat Harapan Nusyifa untuk Prabowo di Tengah Peresmian Sekolah Rakyat
Diskon 50% Iuran JKK-JKM untuk Pekerja Transportasi Mulai 2026
Shoigu Telepon Iran, Kutuk Keras Campur Tangan Barat
Paket Ekonomi 2025 Cetak 100 Ribu Pekerja Baru, Daya Beli Dijaga Lewat Insentif Pajak