Rapat yang digelar Presiden Prabowo di Hambalang, Bogor, Minggu lalu, akhirnya punya lampiran resmi. Sekretariat Kabinet yang merilisnya. Dari sekian banyak pembahasan, satu hal yang mencuri perhatian adalah soal rencana investasi dan pengembangan teknologi semikonduktor.
Niatnya jelas: penguatan sektor otomotif dan elektronik. Tapi lebih dari itu, pemerintah sepertinya sedang serius membidik terbentuknya industri chip dalam negeri. Chip-cip itu nantinya diharapkan bisa dipakai untuk berbagai produk, mulai dari mobil, perangkat digital, sampai elektronik rumah tangga.
Sebenarnya, kabar soal ketertarikan AS ini bukan hal yang benar-benar baru. Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto sudah pernah menyinggungnya.
Waktu itu, pernyataannya muncul berbarengan dengan kesepakatan tarif resiprokal antara Indonesia dan Amerika, yang sempat ramai dibicarakan.
Ucap Airlangga dalam sebuah konferensi pers di Jakarta Selatan, Agustus 2025 silam, membahas RAPBN dan Nota Keuangan.
Artikel Terkait
Skutik Kuasai 92% Pasar, Motor Nasional Tembus 6,4 Juta Unit di 2025
Vietnam Hajar Tuan Rumah, Lolos Perempatfinal dengan Catatan Sempurna
Lonjakan Penjualan Akhir Tahun, Alarm Palsu bagi Industri Otomotif?
Hujan Guyur Jakarta, Waspada Genangan di Beberapa Titik