Travelator di Bandara YIA: Ada, Tapi Cuma Jadi Hiasan?
Kalau kamu pernah tiba di Yogyakarta International Airport, pasti pernah lewat situ. Setelah keluar dari pintu kedatangan, perjalanan menuju stasiun kereta api bandara itu lumayan. Badan masih lelah, kaki pegel, sementara kereta yang mau dikejar jadwalnya nggak nunggu.
Dan di tengah perjalanan itu, kamu akan melihatnya: travelator alias jalan berjalan. Alatnya mengkilap, kelihatan baru, tapi selalu diam membisu. Sepi. Cuma jadi pajangan.
Pertanyaan yang langsung muncul: kenapa sih nggak pernah dinyalain?
Nah, ini cuma tebakan saya ya. Mungkin saja alasannya berkaitan dengan deretan warung UMKM yang berjejer di sepanjang koridor itu. Coba bayangkan. Kalau travelator hidup, penumpang bakal meluncur cepat. Mereka nggak akan punya waktu atau alasan untuk mampir, melirik dagangan, atau sekadar beli air mineral. Penyewa stan pasti bakal ribut. Pendapatan mereka bisa-bisa merosot.
Artikel Terkait
Ketika Musibah Datang, Inilah Kunci Menghadapinya Menurut Al-Quran dan Hadits
Meteo MSN: Andalan Baru untuk Menaklukkan Cuaca yang Tak Terduga
Dokter Tifa Sindir Orang Hina Usai Tersangka Kasus Ijazah Sowan ke Jokowi
Pandji Buka Suara Soal Anies yang Lolos dari Sindiran di Spesial Netflix