Travelator di Bandara YIA: Ada, Tapi Cuma Jadi Hiasan?
Kalau kamu pernah tiba di Yogyakarta International Airport, pasti pernah lewat situ. Setelah keluar dari pintu kedatangan, perjalanan menuju stasiun kereta api bandara itu lumayan. Badan masih lelah, kaki pegel, sementara kereta yang mau dikejar jadwalnya nggak nunggu.
Dan di tengah perjalanan itu, kamu akan melihatnya: travelator alias jalan berjalan. Alatnya mengkilap, kelihatan baru, tapi selalu diam membisu. Sepi. Cuma jadi pajangan.
Pertanyaan yang langsung muncul: kenapa sih nggak pernah dinyalain?
Nah, ini cuma tebakan saya ya. Mungkin saja alasannya berkaitan dengan deretan warung UMKM yang berjejer di sepanjang koridor itu. Coba bayangkan. Kalau travelator hidup, penumpang bakal meluncur cepat. Mereka nggak akan punya waktu atau alasan untuk mampir, melirik dagangan, atau sekadar beli air mineral. Penyewa stan pasti bakal ribut. Pendapatan mereka bisa-bisa merosot.
Artikel Terkait
Jadwal Imsak dan Salat untuk Warga Medan Besok, 27 Februari 2026
Fiorentina Lolos Dramatis Usai Dihajar Hattrick Mazurek di Liga Konferensi Eropa
Gubernur Kaltim Jelaskan Mobil Dinas Rp8,5 Miliar Ditempatkan di Jakarta
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Semarang Hari Ini, 27 Februari 2026