Pemerintah Prioritaskan Program Produktif, Prabowo Minta Pembangunan Gedung Ditunda

- Sabtu, 23 Mei 2026 | 21:35 WIB
Pemerintah Prioritaskan Program Produktif, Prabowo Minta Pembangunan Gedung Ditunda

Pemerintah memutuskan untuk mengutamakan program-program produktif yang mampu membuka lapangan kerja bagi masyarakat ketimbang membangun gedung atau kantor baru. Penegasan ini disampaikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dalam kunjungan kerjanya ke Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, pada Sabtu (23/5/2026).

Menurut Kepala Negara, pembangunan gedung perkantoran memang tetap diperlukan. Namun, ia menekankan bahwa setiap proyek infrastruktur harus diimbangi dengan produktivitas dan hasil nyata yang dirasakan rakyat.

“Maaf kita sekarang agak tundalah bangun banyak kantor, kantor, kantor, itu ya perlu. Tapi jangan ada kantor, nggak ada produktifitas,” ujar Prabowo saat menghadiri panen raya udang di tambak Budidaya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) di Desa Tegalretno, Kecamatan Petanahan.

Ia menilai kemegahan sebuah kantor tidak memiliki arti apabila tidak menghasilkan manfaat konkret bagi masyarakat. Karena itu, pemerintah ingin memfokuskan anggaran pada program yang memberikan hasil dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.

“Kantor megah, produknya nggak ada. Lebih baik kantornya tidak begitu bagus, tapi produknya bagus. Hasilnya banyak,” tegasnya.

Di sisi lain, Prabowo menyoroti kebutuhan utama masyarakat saat ini, yakni pekerjaan dan peningkatan penghasilan. Oleh sebab itu, pemerintah mendorong berbagai program yang mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.

“Penghasilan untuk rakyat banyak. Rakyat kita butuh pekerjaan,” kata Presiden.

Dalam kesempatan itu, ia mengapresiasi program BUBK Kebumen yang dinilai sangat produktif karena mampu membuka lapangan kerja bagi masyarakat lokal. Prabowo menyebutkan bahwa sebanyak 650 warga setempat telah terserap bekerja di kawasan tambak modern tersebut.

“Jadi ini sangat bagus, sangat produktif. Lapangan kerja yang bisa diserap. Berapa orang yang kerja sekarang? 650. Lokal, orang lokal semua. Orang setempat 650 orang bekerja,” paparnya.

BUBK Kebumen sendiri diresmikan pada 9 Maret 2023. Hingga saat ini, kawasan tersebut telah menjalankan siklus budidaya ke delapan dengan 139 kolam produksi yang beroperasi secara optimal. Sementara itu, pemerintah tengah merencanakan proyek serupa dengan skala lebih besar di Waingapu, Nusa Tenggara Timur.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar