Brimob Amankan Jakarta, Razia Geng Motor dan Senjata Tajam Digelar Malam Ini

- Jumat, 21 November 2025 | 19:30 WIB
Brimob Amankan Jakarta, Razia Geng Motor dan Senjata Tajam Digelar Malam Ini
Operasi Brimob di Jakarta

Brimob Bergerak, Razia Tawuran dan Balap Liar di Jakarta

Unit Brimob Polda Metro Jaya kembali turun ke jalan. Misi mereka kali ini: membubarkan aksi tawuran dan balap liar yang marak terjadi di seantero Jakarta. Tak cuma membubarkan, petugas juga menyita sejumlah barang bukti, termasuk senjata tajam yang siap digunakan.

Patroli malam itu dipimpin langsung oleh Ipda Indra Wijaya. Aksi ini bukan tanpa komando. Mereka bergerak atas arahan sang Komandan Satuan Brimob, Kombes Henik Maryanto. Rupanya, ini adalah bagian dari program rutin 'Jaga Jakarta' yang dicanangkan Kapolda Metro Jaya, Irjen Asep Edi Suheri.

Dengan cermat, Batalyon A Pelopor menyisir berbagai titik. Mereka melintasi ruas-ruas jalan protokol yang biasanya ramai, pusat keramaian, hingga lokasi-lokasi yang dikenal sebagai tempat nongkrong anak muda. Dari MH Thamrin, Sudirman, sampai ke kawasan seperti Taman Mataram, Juanda, Angkasa Raya, dan Benyamin Sueb, semuanya tak luput dari pengawasan.

Di wilayah Gambir, Jakarta Pusat, situasi mulai memanas. Tim patroli mendapati sekelompok remaja yang diduga sedang bersiap untuk tawuran. Aparat langsung bertindak. Satu orang pelaku berhasil diamankan. Dari penggeledahan, ditemukan empat bilah senjata tajam jenis cocor bebek yang siap digunakan.

Sementara itu, di lokasi lain, petugas menemukan sekelompok remaja lain yang bersiap untuk balap liar. Mereka langsung dibubarkan. Namun begitu, pendekatannya tidak serta-merta represif. Para remaja itu justru diberikan edukasi dan pemahaman tentang bahaya dan konsekuensi dari aksi balap liar tersebut.

Kombes Henik Maryanto memberikan penjelasan mengenai operasi ini. "Sepanjang malam, tim terus melakukan penjagaan dengan pola patroli rayonisasi," ujarnya pada Jumat (21/11/2025).

Menurutnya, pola ini bertujuan untuk mengurai berbagai potensi gangguan, mulai dari geng motor, kriminalitas jalanan, hingga tindak pidana pencurian.

Henik menekankan bahwa pendekatan humanis tetap menjadi prioritas. Edukasi dan imbauan langsung kepada masyarakat diutamakan. Kehadiran Brimob di jalanan, katanya, bukan sekadar soal menegakkan hukum secara kaku. Lebih dari itu, mereka ingin menghadirkan rasa aman yang nyata bagi warga ibu kota.

"Setiap malam, setiap sudut kota harus memberikan rasa nyaman bagi masyarakat. Brimob akan selalu hadir untuk memastikan itu," tegas Henik, menutup pernyataannya.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar