Di hadapan para peserta retret Kokam di Satlat Brimob, Bogor, Kamis lalu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyoroti sejumlah tantangan berat yang bakal dihadapi dunia. Menurutnya, lanskap global dua tahun ke depan dipenuhi ancaman kompleks. Salah satu yang paling kritis? Konfrontasi geoekonomi.
“Dari Global Risks Report 2026, risiko paling kritis dalam jangka waktu 2 tahun ke depan adalah masalah konfrontasi geoekonomi,” ujar Sigit.
Ia menggambarkan situasinya dengan gamblang. Dunia saat ini dipenuhi sanksi-sanksi yang saling berbalas, perang dagang yang tak kunjung reda, hingga pembatasan investasi yang ketat. Intinya, politik dagang sering kali jadi senjata. “Bagaimana suatu negara bisa diatur, diberi sanksi terkait dengan masalah ekonominya apabila dia tidak sepakat atau melanggar sesuatu yang tidak dikehendaki oleh negara-negara tersebut,” paparnya lebih lanjut. Persaingan ini, jelas Sigit, adalah tantangan bersama yang dampaknya akan terasa luas.
Namun begitu, ancaman tak cuma datang dari sektor ekonomi.
Kapolri juga menyoroti dua masalah lain yang sama bahayanya: misinformasi dan disinformasi yang merajalela, serta polarisasi sosial-politik yang kian mengeras di tengah masyarakat. Belum lagi cuaca ekstrem yang belakangan ini makin sering menghantam.
Artikel Terkait
BAPERA Bantah Ketum Fahd El Fouz Terkait Dugaan Pengeroyokan
Rano Karno: Perputaran Ekonomi Jakarta Capai Rp48 Triliun di Akhir Tahun
Herdman Puas dengan Persiapan Timnas Indonesia Jelang Final FIFA Series 2026
THR Dongkrak Belanja Ramadan, Tapi Fenomena Makan Tabungan Masih Terjadi