Serangan Israel di Lebanon Selatan Tewaskan 11 Orang, Termasuk Anak-Anak dan Seorang Tentara

- Kamis, 28 Mei 2026 | 18:40 WIB
Serangan Israel di Lebanon Selatan Tewaskan 11 Orang, Termasuk Anak-Anak dan Seorang Tentara

Belasan orang dilaporkan tewas dalam serangan terbaru Israel di Lebanon selatan, yang kembali memicu ketegangan di tengah kebuntuan negosiasi gencatan senjata. Kementerian Kesehatan Lebanon, dalam pernyataan resminya pada Kamis (28/5), menyebutkan sedikitnya 11 orang meninggal dunia akibat serangan tersebut, termasuk dua anak-anak, sementara 21 orang lainnya mengalami luka-luka.

Militer Lebanon menambahkan bahwa seorang tentara turut menjadi korban jiwa saat tengah melintas di jalan di wilayah Nabatieh. Peristiwa ini menambah daftar panjang korban sipil dan militer dalam konflik yang terus berlangsung di kawasan perbatasan.

Serangan ini terjadi di tengah persiapan Lebanon dan Israel untuk mengikuti putaran keempat perundingan yang dimediasi oleh Amerika Serikat pada awal bulan depan. Namun, optimisme terhadap proses diplomatik itu tampaknya masih dibayangi oleh eskalasi kekerasan di lapangan.

Gencatan senjata antara Israel dan kelompok Hizbullah di Lebanon sejatinya telah disepakati dan dijadwalkan mulai berlaku pada 17 April lalu. Akan tetapi, kesepakatan tersebut tidak pernah benar-benar dipatuhi oleh kedua belah pihak. Masing-masing saling menuding telah melanggar gencatan senjata dan menggunakan tuduhan tersebut sebagai pembenaran untuk melancarkan serangan balasan.

Situasi semakin memanas setelah militer Israel, pada Rabu (27/5), secara resmi menyatakan seluruh wilayah di selatan Sungai Zahrani sebagai zona tempur. Daerah itu berjarak sekitar 40 kilometer atau 25 mil dari perbatasan. Warga sipil yang tinggal di area tersebut diperintahkan untuk segera mengungsi, sebagai antisipasi terhadap serangan besar-besaran yang ditujukan kepada Hizbullah.

Dalam perkembangan terpisah, Kementerian Kesehatan Lebanon juga mengonfirmasi bahwa serangan udara Israel menghantam sebuah bangunan di kota Sidon pada hari yang sama. Insiden itu menewaskan lima orang, termasuk dua wanita, serta melukai 21 lainnya. Dari jumlah korban luka, lima di antaranya adalah anak-anak, menandakan bahwa dampak konflik kembali jatuh pada kelompok rentan.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar