Banjir besar yang melanda Aceh beberapa waktu lalu ternyata meninggalkan luka yang dalam bagi sektor perikanan. Kerusakannya masif. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) baru saja merilis data yang mencengangkan: sekitar 30 ribu hektare tambak budidaya teridentifikasi rusak.
Tingkat kerusakannya beragam, dari yang ringan sampai parah banget. Akibatnya, lebih dari 30 ribu pembudidaya ikan dan udang harus menelan pil pahit kerugian.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyebutkan angka itu saat blusukan ke lokasi bencana. “Tidak hanya di Pidie Jaya, yang dilaporkan seluruh Aceh ada sekitar 30 ribu hektare,” ungkap Zulhas, Jumat lalu.
Ia meninjau langsung kerusakan di Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya. Bersama Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono, kunjungan juga dilakukan ke kabupaten lain yang porak-poranda, yaitu Bireun dan Aceh Utara.
Nah, kalau dirinci, wilayah terdampak itu tersebar di 16 kabupaten dan kota se-Aceh. Yang paling parah? Aceh Utara. Di sana, lebih dari 10 ribu hektare tambak hancur. Posisi kedua dan ketiga ditempati Bireun (4,9 ribu hektare) dan Aceh Tamiang (3,4 ribu hektare).
Artikel Terkait
DK PBB Gelar Rapat Darurat, Kutuk Serangan AS-Israel ke Iran
Menag Minta Maaf dan Tegaskan Zakat Tetap Wajib Setelah Pernyataan Picu Salah Paham
Qatar Kecam Serangan Rudal Iran, Sebut Langgar Kedaulatan dan Ancam Stabilitas Kawasan
Menhut Serahkan 833 Hektar Perhutanan Sosial di IKN, Dukung Program Unggulan Prabowo