Mobil Listrik Terbakar di Medan, Petugas Gunakan Penanganan Khusus
Asap tebal dan lidah api sempat memenuhi sebagian Jalan Sei Asahan, di kawasan Padang Bulan, Medan, Rabu pagi lalu. Sebuah mobil listrik dilaporkan terbakar hebat di lokasi tersebut. Unit yang jadi korban adalah Hyundai IONIQ 5 N dengan cat biru dan aksen garis merah, terlihat cukup baru.
Laporan pertama masuk ke petugas pemadam sekitar pukul setengah sebelas pagi. W Malau, Plt. Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Medan, mengaku awalnya timnya tidak tahu jenis mobil apa yang sedang dilalap si jago merah.
“Menurut laporan yang kami terima ada kebakaran di Jalan Sei Asahan, laporan masuk pukul 10.30 WIB ada laporan kebakaran mobil, saat itu awalnya kami belum ketahui mobil apa yang terbakar,” kata Malau, Kamis (8/1).
Begitu tiba di tempat kejadian, kru langsung bergerak cepat. Mereka butuh waktu kira-kira setengah jam untuk sepenuhnya mengendalikan situasi. Ternyata, mobil yang terbakar itu bertenaga listrik. Hal ini membuat proses pemadaman jadi lebih rumit dan butuh perhatian ekstra.
“Setibanya anggota kami di lapangan langsung dilakukan pemadaman lebih kurang 30 menit. Dan berdasarkan laporan anggota mobil yang kebakar adalah mobil listrik jadi kami harus melakukan pemadaman maksimal karena ada baterai,” ujarnya.
Nah, karena berurusan dengan baterai lithium yang rawan, strategi standar pakai air saja dinilai kurang. Petugas kemudian menggunakan campuran air dan foam atau busa pemadam. Tujuannya jelas: memastikan api benar-benar padam sampai ke sel baterainya dan tidak berpotensi nyala kembali.
“Pemadaman juga tidak hanya menggunakan air tapi juga menggunakan foam untuk pemadaman mobil listrik tersebut,” lanjut Malau.
Siapa pemilik kendaraan mewah itu? Sayangnya, hingga kini belum diketahui. Petugas saat itu fokus total pada pemadaman. Lokasi kejadian sendiri disebutkan berada di area bengkel. Namun, penyebab pastinya masih gelap. Tim masih harus menyelidiki lebih lanjut.
“Untuk identitas pemilik belum tahu karena petugas hanya melakukan pemadaman. Laporan dari anggota lokasi kejadian tersebut adalah bengkel, penyebab kebakarannya pun masih belum diketahui,” jelasnya.
Meski sempat mencemaskan, kejadian ini berakhir tanpa perluasan yang parah. Api berhasil dikarantina dan tidak menjalar ke bangunan atau kendaraan lain di sekitarnya. Upaya petugas memutus jalur api terbilang efektif.
“Kebakaran tersebut hanya mobil saja dan tidak menyebar ke benda lain karena jalur apinya langsung kita putuskan. Sehingga api tidak menjalar ke bangunan atau kendaraan lain,” pungkasnya.
Insiden ini kembali menyoroti tantangan teknis dalam penanganan darurat kendaraan listrik. Meski kasusnya jarang, tetapi ketika terjadi, butuh prosedur yang spesifik dan berbeda dari mobil konvensional.
Artikel Terkait
Kesaksian Korban Pembobolan Rp1,2 Miliar: Terapis Curi Kartu ATM dari Casing Ponsel
Harga Tiket Pesawat Meroket, Gen Z Pilih Tak Mudik dan Insentif PPN Tak Cukup Imbangi Lonjakan Avtur
Polisi dan Jaksa Dinilai Ragu, Pengacara Desak Status Tersangka Roy Suryo dalam Kasus Ijazah Jokowi Dicabut
Wali Kota Makassar Hadiri Pencanangan Sensus Ekonomi 2026, Tekankan Pentingnya Data untuk Kebijakan Pembangunan