Ledakan keras mengguncang langit malam di Doha. Tak lama setelahnya, peringatan darurat berdering di ponsel-ponsel warga. Qatar, negara yang kerap menjadi tuan rumah diplomasi, justru menjadi sasaran.
Pemerintah Qatar tak tinggal diam. Mereka melayangkan kecaman keras terhadap Iran, menyebut serangan rudal balistik itu sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatannya. Menurut mereka, ini bukan cuma soal keamanan nasional, tapi ancaman serius buat stabilitas kawasan yang sudah rapuh.
Begitu bunyi pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Qatar, Sabtu (28/2/2026). Mereka menegaskan punya hak penuh untuk membalas. Respons, kata mereka, akan dilakukan secara proporsional sesuai hukum internasional untuk membela kedaulatan dan melindungi kepentingan nasional.
Namun begitu, nada pernyataan itu tak sepenuhnya penuh amarah. Doha masih menyisipkan catatan tentang diplomasi. Mereka mengingatkan bahwa selama ini mereka termasuk yang konsisten mendorong dialog dengan Tehran. Menurut Qatar, penyelesaian damai tetap jadi jalan terbaik untuk mencegah situasi makin runyam.
"Penargetan wilayah Qatar bertentangan dengan prinsip bertetangga baik," tulis pernyataan itu lagi. "Dan tidak bisa diterima dengan dalih apapun."
Artikel Terkait
Serangan AS-Israel ke Iran Picu Kekhawatiran Pasokan Minyak dan Ancaman Lonjakan Harga
DK PBB Gelar Rapat Darurat, Kutuk Serangan AS-Israel ke Iran
Menag Minta Maaf dan Tegaskan Zakat Tetap Wajib Setelah Pernyataan Picu Salah Paham
Menhut Serahkan 833 Hektar Perhutanan Sosial di IKN, Dukung Program Unggulan Prabowo