Indonesia mengambil langkah tegas. Negara ini menjadi yang pertama di dunia yang memblokir akses Grok, chatbot kontroversial milik Elon Musk. Pemicunya? Maraknya konten deepfake, khususnya pornografi palsu, yang dikabarkan dihasilkan oleh kecerdasan buatan tersebut.
Menurut Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, langkah ini diambil untuk perlindungan.
"Demi melindungi perempuan, anak, dan seluruh masyarakat dari risiko konten pornografi palsu yang dihasilkan menggunakan teknologi kecerdasan artifisial, Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital melakukan pemutusan akses sementara terhadap aplikasi Grok," jelasnya.
Ia menegaskan sikap pemerintah. "Pemerintah memandang praktik deepfake seksual nonkonsensual sebagai pelanggaran serius terhadap hak asasi manusia, martabat, serta keamanan warga negara di ruang digital," katanya.
Keputusan blokir ini muncul di saat yang cukup panas. Hanya sehari sebelumnya, Grok dan platform X milik Musk baru saja membatasi fitur pembuatan dan pengeditan gambarnya hanya untuk pelanggan berbayar. Fitur itulah yang diduga memungkinkan pengguna memanipulasi gambar orang untuk menciptakan konten eksplisit. Langkah pembatasan itu sendiri sebenarnya upaya untuk meredam kritik, tapi bagi banyak pihak, itu justru terasa seperti solusi yang salah arah.
Artikel Terkait
FCC Beri Izin, Armada Satelit Starlink Elon Musk Bakal Tembus 15.000 Unit
Nobar Berujung Ricuh: Petasan Picu Bentrok Suporter di Depok
Korban Jiwa Membengkak, Iran Hadapi Gelombang Kerusuhan Terbesar
Ketegangan Iran-AS Memanas, Ketua Parlemen Ancam Serang Israel dan Pangkalan Amerika