Duka di Lereng Lawu: Dua Pelari Tewas dalam Lomba Ultra 2025

- Minggu, 07 Desember 2025 | 18:24 WIB
Duka di Lereng Lawu: Dua Pelari Tewas dalam Lomba Ultra 2025

Kabarnya, dua pelari tewas saat mengikuti Siksorogo Lawu Ultra 2025 di Karanganyar, Minggu lalu. Mereka diduga kuat mengalami serangan jantung di tengah jalur lomba yang menantang di Lereng Gunung Lawu itu.

Menurut Tony Hatmoko dari Dewan Pembina Siksorogo, kedua korban adalah warga setempat. Puji, 55 tahun, dan Sigit Joko Purnomo yang berusia 45 tahun.

“Ya, benar ada dua orang pelari meninggal karena serangan jantung saat ikuti event lari Siksorogo Lawu Ultra 2025,” ujar Tony.

Dari informasi yang berhasil dihimpun, Puji terjatuh tak lama setelah menempuh 8 kilometer. Sementara Purnomo bertahan sedikit lebih jauh, sekitar 12 kilometer, sebelum akhirnya tumbang.

Event tahunan ini punya beragam kategori, mulai dari 7 KM hingga yang paling ekstrem, 120 KM. Sayangnya, kategori yang diikuti kedua pelari itu belum bisa dipastikan.

Tony menambahkan, proses evakuasi langsung dilakukan tim.

“Panitia saat ini telah melakukan evakuasi kepada dua korban tersebut ke RSUD Karanganyar,” kata Tony.

Ini benar-benar kejadian yang tak terduga. Sejak pertama digelar tahun 2019 sempat terhenti pandemi lalu kembali pada 2022 belum pernah ada insiden serupa. Baru kali ini peserta meninggal dunia.

“Kejadian ini merupakan kejadian perdana selama penyelenggaraan Siksorogo. Total sebanyak 5.700 pelari dari dalam hingga luar negeri dengan total hadiah mencapai Rp 20 miliar hadir di acara ini,” ucap dia.

Di sisi lain, kepolisian setempat telah turun tangan. Kapolsek Tawangmangu, AKP Eling Adi Utomo, mengonfirmasi bahwa pihaknya sedang memproses TKP.

“Kami koordinasi dengan panitia atas kejadian ini dan melakukan olah TKP di lokasi kejadian,” pungkasnya.

Suasana duka kini menyelimuti event yang seharusnya penuh semangat dan prestasi itu.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar