IDXChannel – Ada pergerakan menarik dari internal Garudafood. Pendiri sekaligus Komisaris Utama PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk (GOOD), Sudhamek Agoeng Waspodo S, baru saja menambah porsi kepemilikannya. Aksi ini terjadi pada Kamis, 23 April 2026 lalu.
Dari keterbukaan informasi yang dirilis, Sudhamek memborong saham GOOD sebanyak 20.145.311 lembar. Statusnya jelas: kepemilikan langsung untuk investasi. Bukan main-main, ini sinyal kuat dari dalam.
Harga belinya? Rp310 per saham. Kalau ditotal, nilai transaksinya mencapai Rp6,24 miliar. Lumayan besar, ya.
Setelah transaksi itu, portofolio sahamnya ikut membengkak. Tadinya dia punya 3.239.636.650 unit, atau setara 8,78 persen. Sekarang jadi 3.259.781.961 unit, atau 8,83 persen. Naik tipis, tapi tetap signifikan.
Ngomongin soal harga, saham GOOD pada Kamis pekan lalu sempat naik dari level Rp352 ke penutupan Rp348. Terus, pas perdagangan hari ini, Senin (27/4/2026), saham dibuka di Rp350 dan ditutup lagi di Rp348. Stagnan, tapi masih di atas harga beli sang pendiri.
Di sisi lain, ada kabar lain yang tak kalah menarik. Sebelum aksi borong ini, Garudafood sudah mengumumkan rencana pembagian dividen tunai. Totalnya mencapai Rp350 miliar. Wah, lumayan buat pemegang saham.
Keputusan ini diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar di Hotel Arosa Jakarta, tepat pada hari yang sama, Kamis (23/4/2026). Kebetulan atau memang sudah diatur? Entahlah.
Dalam rapat itu, disepakati bahwa 50,9 persen laba bersih perusahaan tahun 2025 yang mencapai Rp688,65 miliar akan dibagikan sebagai dividen. Artinya, setiap pemegang saham bakal dapat Rp9,5 per lembar.
Selain itu, rapat juga menyetujui penyisihan laba sebesar Rp2 miliar sebagai cadangan wajib. Ini untuk memenuhi ketentuan pasal 70 UU PT No. 40 Tahun 2007. Soal sisanya?
“Sisanya sebesar Rp336,3 miliar digunakan sebagai cadangan umum yang belum ditentukan penggunaannya,” ujar manajemen Garudafood dalam pernyataan resmi yang dikutip Senin (27/4/2026).
Menurut catatan, hingga 30 Desember 2025, Garudafood punya saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya sebesar Rp2,6 triliun. Sementara ekuitas perusahaan consumer goods ini mencapai Rp4,4 triliun. Cukup sehat, kan?
(Febrina Ratna Iskana)
Artikel Terkait
IHSG Diprediksi Terkoreksi, MNC Sekuritas Rekomendasikan Empat Saham Buy on Weakness
Wall Street Lesu di Awal Pekan, Investor Waspadai Negosiasi AS-Iran hingga Keputusan Suku Bunga The Fed
PT Asri Karya Lestari Tbk Gelar RUPST dan RUPSLB, Sahkan Perubahan Susunan Direksi dan Pengendali Baru
Wall Street Melemah di Awal Pekan, Investor Tunggu Laporan Keuangan Raksasa Teknologi dan Perkembangan Negosiasi AS-Iran