Tabrakan KRL dan Kereta Argo Bromo di Stasiun Bekasi Timur, Penumpang Ceritakan Momen Panik Ditabrak dari Belakang

- Selasa, 28 April 2026 | 03:45 WIB
Tabrakan KRL dan Kereta Argo Bromo di Stasiun Bekasi Timur, Penumpang Ceritakan Momen Panik Ditabrak dari Belakang

Bekasi Kecelakaan antara rangkaian KRL PLB 5568A (CL KPB–CKR) dengan kereta jarak jauh Argo Bromo PLB 4B terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Senin malam, 27 April 2026. Lokasinya persis di KM 28 920. Waktu kejadian sekitar pukul 20.52 WIB. Seorang penumpang KRL yang ikut menjadi korban akhirnya buka suara soal kronologis kejadian. Namun begitu, cerita dari dalam gerbong ternyata cukup mencekam. Desi, salah satu penumpang, mengaku sempat panik luar biasa. Kereta yang ia tumpangi, katanya, pertama kali tertemper kendaraan lain. Setelah itu, rangkaian berhenti sebentar lalu tiba-tiba tertemper lagi dari arah belakang. "Saya dari arah Jakarta ke Cikarang pada panik. Ditabrak dari belakang. Kondisi langsung gelap gulita," ujar Desi di Bekasi. Suasana di lokasi malam itu kacau balau. Evakuasi berlangsung cepat, tapi terasa lambat bagi mereka yang masih terjebak di dalam. Lampu-lampu darurat menyala temaram. Teriakan dan isak tangis terdengar dari beberapa sudut. Di sisi lain, pihak PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 1 Jakarta masih terus mendalami penyebab pasti tabrakan. Franoto Wibowo, Manager Humas KAI Daop 1, menyebut kronologis lengkap masih dalam proses pendataan. Belum ada kesimpulan. "Adapun penyebab kejadian serta jumlah perjalanan KA yang terdampak masih dalam proses investigasi dan pendataan lebih lanjut. Informasi akan terus diperbarui secara berkala," kata Frananto di Bekasi, Senin malam itu juga. Menurut penjelasannya, peristiwa terjadi di emplasemen Stasiun Bekasi Timur, tepatnya di KM 28 920. Hingga berita ini diturunkan, proses evakuasi masih berlangsung. Beberapa mobil ambulans terlihat bersiaga di sekitar lokasi, siap mengangkut korban luka-luka. Suasana di luar stasiin pun tak kalah riuh. Warga sekitar berkerumun, sebagian membantu, sebagian hanya bisa terpaku menyaksikan. Petugas kepolisian dan SAR berjibaku di tengah puing-puing besi yang melintang di rel. Malam itu, Bekasi Timur berubah jadi pusat perhatian bukan karena keramaian, tapi karena duka yang menyergap tiba-tiba.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar