Pernahkah Anda melihat buah aneh menggantung di pohon peneduh, bentuknya panjang dan besar seperti sosis raksasa? Itulah pohon sosis, atau Kigelia africana. Penampilannya memang unik, tapi di balik itu, tersimpan cerita yang jauh lebih dalam tentang racun, penyembuhan, dan hubungan kita dengan alam.
Aslinya, pohon ini berasal dari Afrika tropis. Ia tumbuh subur di savana, hutan terbuka, atau dekat aliran sungai. Tanah yang subur jadi favoritnya, tapi soal daya tahan, pohon ini termasuk tangguh. Mungkin karena itulah ia bisa beradaptasi dan akhirnya dibawa ke berbagai negara tropis, termasuk Indonesia.
Di sini, kita lebih mengenalnya sebagai penghias kota. Tajuknya yang lebar dan rindang membuatnya jadi peneduh yang sempurna untuk taman, kampus, atau tepi jalan. Perawatannya pun tak rumit, jadi cocok untuk ruang publik.
Nama "sosis" tentu saja datang dari buahnya. Buahnya yang menggantung itu bisa sangat panjang dan berat. Nama ilmiahnya, Kigelia, sendiri diambil dari bahasa Bantu di Mozambik, "kigeli-keia", yang artinya ya... sosis. Sangat mudah dikenali, bukan?
Secara fisik, pohon ini bisa menjulang tinggi. Batangnya lurus dengan kulit berwarna cokelat keabu-abuan. Daunnya hijau mengilap, dan tajuknya melebar seperti payung. Penampilannya kokoh, sekaligus memberi kesan estetis di tengah beton perkotaan.
Namun begitu, daya tarik sebenarnya mungkin justru pada bunganya. Bunganya besar, menggantung, dengan warna merah marun hingga ungu gelap yang mencolok. Uniknya, bunga ini mekar di malam hari. Aromanya tajam strategi alam untuk memanggil sang penyerbuk utama: kelelawar.
Setelah berbunga, barulah buah ikoniknya muncul. Bayangkan buah sepanjang satu meter dengan berat bisa mencapai sepuluh kilogram, bergelantungan di tangkai yang panjang. Pemandangannya dramatis, tapi jangan coba-coba memakannya. Buah ini beracun bagi manusia.
Artikel Terkait
Unijo: Kisah Kanguru Pohon Papua yang Bergelantungan di Ambang Kepunahan
Budaya Instan dan Derasnya AI: Ketika Proses Belajar Tergantikan Ilusi Pemahaman
Studio di Saku: Galaxy Z Flip7 dan Gemini AI Jadi Partner Kreator Gen-Z
Mengapa Hidung Kita Selalu Ada di Depan Mata, Tapi Tak Pernah Terlihat?