Korban Wanita Terjepit di KRL Masih Sadar, Evakuasi Terkendala Material Logam Super Kuat

- Selasa, 28 April 2026 | 04:05 WIB
Korban Wanita Terjepit di KRL Masih Sadar, Evakuasi Terkendala Material Logam Super Kuat

Kepala Basarnas, M Syafii, ngasih kabar terbaru soal korban kecelakaan KRL yang tertabrak KA Argo Bromo Anggrek. Beberapa penumpang wanita yang terjepit di reruntuhan masih bisa diajak ngobrol. Kondisinya? Ya, masih sadar dan bisa berkomunikasi.

"Masih bisa (bicara)," ujar Syafii di lokasi kejadian, Selasa (28/4/2026).

Dia jelasin, tim medis terus turun tangan selama proses evakuasi. Korban-korban ini, kata dia, kakinya terjepit. Makanya penanganan rasa sakit jadi prioritas. Begitu mereka kesakitan, langsung ditangani.

"Sekarang dalam penanganan medis, sehingga mereka yang mengalami rasa sakit berlebihan langsung ditangani. Soalnya kondisi khususnya kaki dalam keadaan terjepit," ucapnya.

Proses evakuasi sendiri udah jalan sekitar enam jam. Tapi ternyata nggak mulus-mulus amat. Syafii bilang, kendala utamanya soal logam antara dua kereta yang super kuat. Butuh penanganan khusus.

"Dengan peralatan normal, nggak mungkin kita lakukan. Makanya kita butuh alat khusus yang biasa digunakan buat logam, khususnya material gerbong," jelasnya.

Di sisi lain, dia ngaku prosesnya udah mencapai 60 persen. Tapi ada kendala lain: ruang di dalam gerbong super sempit. Maksimal cuma 25 orang yang bisa masuk saat evakuasi. Itu pun udah campur aduk sama material lokomotif dan gerbong.

"Space untuk bertindak terbatas. Kita juga lakukan dari luar, tapi ada kesulitan sendiri. Dari dalam, volume gerbong juga terbatas. Jadi di dalam nggak lebih dari 25 orang, dan itu tercampur material," ucapnya.

Yang menarik, Syafii menegaskan mereka nggak akan geser-geser gerbong selama evakuasi. Kenapa? Soalnya masih ada korban yang hidup. Mereka nggak mau ambil risiko.

"Kita nggak akan lakukan pergeseran karena masih ada korban yang bisa diajak komunikasi dalam kondisi hidup. Kita nggak mau ada pergerakan yang bikin kondisi korban makin parah. Karena itu kita pastikan laksanakan sampai bisa pisahkan badan korban dari material yang menghimpit," jelasnya.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar