“Semua orang sekarang ini mintanya kontraktor itu bekerja di Jakarta karena apa? Pertama, sampahnya setiap hari hampir 8.000 ton,” katanya.
Lalu ada alasan kedua yang lebih menggoda. “Kedua, kita punya cadangan di Bantargebang 55 juta ton. Ini menjadi harta karun bagi semua orang untuk memperebutkan itu,” ujar Pramono, menggambarkan betapa besarnya potensi yang tertimbun di tempat pembuangan akhir itu.
Namun begitu, rencana ini belum bisa langsung jalan. Pemprov DKI masih menunggu keputusan final dari BPI Danantara. Pramono menegaskan komitmennya untuk memastikan semuanya berjalan sesuai koridor.
“Makanya saya ingin semuanya dilakukan dengan benar, transparan, dan terbuka. Maka untuk itu kami juga sedang menunggu koordinasi dengan Danantara untuk segera diputuskan,” pungkasnya.
Nah, tinggal tunggu realisasinya. Jika berjalan mulus, tumpukan sampah yang jadi masalah kronis ini lambat laun bisa berubah jadi sumber energi.
Artikel Terkait
Anggaran Aceh Tak Dipangkas, Prabowo Beri Lampu Hijau di Tengah Bencana
Medvedev Peringatkan Eropa dengan Video Serangan Rudal Hipersonik ke Ukraina
Waspada! Link Pendaftaran BSU 2026 Ternyata Hoaks, Kemnaker Tegaskan Belum Ada Kebijakan
Jerman Perketat Hukum untuk Hadang Gelombang Deepfake dan Pelecehan Digital