“Semua orang sekarang ini mintanya kontraktor itu bekerja di Jakarta karena apa? Pertama, sampahnya setiap hari hampir 8.000 ton,” katanya.
Lalu ada alasan kedua yang lebih menggoda. “Kedua, kita punya cadangan di Bantargebang 55 juta ton. Ini menjadi harta karun bagi semua orang untuk memperebutkan itu,” ujar Pramono, menggambarkan betapa besarnya potensi yang tertimbun di tempat pembuangan akhir itu.
Namun begitu, rencana ini belum bisa langsung jalan. Pemprov DKI masih menunggu keputusan final dari BPI Danantara. Pramono menegaskan komitmennya untuk memastikan semuanya berjalan sesuai koridor.
“Makanya saya ingin semuanya dilakukan dengan benar, transparan, dan terbuka. Maka untuk itu kami juga sedang menunggu koordinasi dengan Danantara untuk segera diputuskan,” pungkasnya.
Nah, tinggal tunggu realisasinya. Jika berjalan mulus, tumpukan sampah yang jadi masalah kronis ini lambat laun bisa berubah jadi sumber energi.
Artikel Terkait
Menteri ESDM: Kenaikan Harga Minyak ke US$100 Tak Perlebar Defisit APBN
Seratus Personel Gabungan Basmi Ikan Sapu-sapu di Kali Cideng
Sekretaris Kabinet Konfirmasi Rencana Kunjungan Presiden Prabowo ke Rusia
KPK Tangkap Bupati Tulungagung dalam Operasi Tangkap Tangan