Lalu, apa alasan di balik penolakan itu? Tim hukum mengaku tidak semua hal bisa diumbar ke publik. Namun, satu hal yang mengemuka adalah penolakan Mawa terhadap praktik poligami. Itu poin yang kuat.
Surat itu diharapkan jadi sinyal. Bahwa Mawa menginginkan keadilan, bukan sekadar rekonsiliasi di atas kertas.
Kasus ini sendiri berawal dari sebuah video. Rekaman CCTV yang menunjukkan kebersamaan Insanul dan Inara Rusli di sebuah hotel pada 8 Agustus 2025 beredar luas, sampai akhirnya dilihat oleh Mawa. Video itulah yang memicu laporan.
Insanul, yang masih berstatus suami sah Mawa, membantah tuduhan perzinaan. Dia mengklaim telah menikahi Inara secara sah sehari sebelumnya, tepatnya pada 7 Agustus 2025 di Jakarta. Namun, penjelasan itu rupanya tidak mengubah jalan pikir Mawa.
Kini, bola ada di pihak kepolisian. Laporan sudah masuk, penolakan damai sudah resmi. Tinggal menunggu gelar perkara yang rencananya akan dilakukan dalam waktu dekat.
Artikel Terkait
Pemerintah Batalkan Wacana Sistem War Tiket untuk Haji
Kemlu Tegaskan Izin Terbang Pesawat AS Masih dalam Kajian Internal
Gubernur DKI Lantik 11 Pejabat, Masa Jabatan Dimulai Bertahap
Pemerintah Bidik Kawasan Transmigrasi Barelang dan Dompu Jadi Pusat Industri Baru