Tebu Telur, Pucuk Manis yang Kembali Dikenang

- Kamis, 08 Januari 2026 | 22:36 WIB
Tebu Telur, Pucuk Manis yang Kembali Dikenang

Yang menarik, karena dikonsumsi segar atau lewat pengolahan sederhana, tebu telur ini termasuk real food. Makanan alami yang minim proses industri. Memang bukan superfood dengan gizi kompleks, tapi ia punya nilai sebagai warisan kuliner tradisional yang alami dan ramah untuk tubuh.

Mengolahnya Gimana?

Ini nih yang asyik. Nggak perlu teknik ribet buat ngolah tebu telur. Beberapa cara simpel yang bisa dicoba:

Direbus terus dijadikan lalapan pendamping sambal. Bisa juga dikukus, lalu disantap begitu saja.

Mau yang berasa? Coba tumis dengan bawang dan cabai. Atau, campurkan ke dalam sayur tradisional seperti sayur bening. Gampang banget, kan?

Kalau Mau Dijual, Bisa Nggak?

Bisa banget. Justru keunikannya yang jarang dikenal ini bisa jadi nilai jual. Tebu telur berpeluang dipasarkan sebagai bahan segar yang udah bersih dan siap olah. Bisa juga dijadiin produk setengah jadi, misalnya tebu telur rebus dalam kemasan. Atau, olahan tradisional siap santap.

Dengan pengemasan yang oke dan cerita yang kuat soal pangan lokal, tebu telur bisa menarik perhatian pasar. Terutama buat mereka yang suka kuliner tradisional atau konsumen yang peduli sama makanan alami. Buat pelaku UMKM, ini bisa jadi alternatif produk yang beda dan punya cerita.

Jadi, mungkin sudah waktunya kita mengangkat kembali yang terlupakan. Seperti tebu telur ini.


Halaman:

Komentar