Yang menarik, karena dikonsumsi segar atau lewat pengolahan sederhana, tebu telur ini termasuk real food. Makanan alami yang minim proses industri. Memang bukan superfood dengan gizi kompleks, tapi ia punya nilai sebagai warisan kuliner tradisional yang alami dan ramah untuk tubuh.
Mengolahnya Gimana?
Ini nih yang asyik. Nggak perlu teknik ribet buat ngolah tebu telur. Beberapa cara simpel yang bisa dicoba:
Direbus terus dijadikan lalapan pendamping sambal. Bisa juga dikukus, lalu disantap begitu saja.
Mau yang berasa? Coba tumis dengan bawang dan cabai. Atau, campurkan ke dalam sayur tradisional seperti sayur bening. Gampang banget, kan?
Kalau Mau Dijual, Bisa Nggak?
Bisa banget. Justru keunikannya yang jarang dikenal ini bisa jadi nilai jual. Tebu telur berpeluang dipasarkan sebagai bahan segar yang udah bersih dan siap olah. Bisa juga dijadiin produk setengah jadi, misalnya tebu telur rebus dalam kemasan. Atau, olahan tradisional siap santap.
Dengan pengemasan yang oke dan cerita yang kuat soal pangan lokal, tebu telur bisa menarik perhatian pasar. Terutama buat mereka yang suka kuliner tradisional atau konsumen yang peduli sama makanan alami. Buat pelaku UMKM, ini bisa jadi alternatif produk yang beda dan punya cerita.
Jadi, mungkin sudah waktunya kita mengangkat kembali yang terlupakan. Seperti tebu telur ini.
Artikel Terkait
Waspada! Link Pendaftaran BSU 2026 Ternyata Hoaks, Kemnaker Tegaskan Belum Ada Kebijakan
Jerman Perketat Hukum untuk Hadang Gelombang Deepfake dan Pelecehan Digital
Patrick Kluivert Berpeluang Hadapi Belanda di Piala Dunia 2026
Miliaran Rupiah dan Logam Mulia Disita KPK dalam OTT Pegawai Pajak