Usulan untuk memberikan keringanan tarif listrik di daerah bencana akhir-akhir ini ramai dibicarakan. Menanggapi hal itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa angkat bicara.
Intinya, sampai sekarang belum ada permohonan resmi yang masuk ke meja kerjanya. Baik dari pihak daerah maupun dari PT PLN (Persero). "Belum sampai ke saya," ujarnya.
Pernyataan itu disampaikan Purbaya usai konferensi pers APBN KiTa di Jakarta, Kamis (8/1/2026).
Menurutnya, nanti mungkin PLN yang akan menyampaikan proposal tersebut. Namun begitu, ia menegaskan pemerintah sebenarnya punya cara untuk menangani hal semacam ini. Ada instrumen anggaran yang siap dipakai untuk meringankan beban warga, apalagi mengingat kondisi ekonomi mereka yang terpuruk pascamusibah.
"Kalau untuk daerah bencana selama masa itu harusnya ada, termasuk dana bencana kita," jelas Purbaya.
Ia tampak memahami betul kesulitan yang menghantam para penyintas. Aktivitas ekonomi lumpuh total. Banyak yang kehilangan tempat usaha, sehingga pendapatan pun ikut lenyap. Bagaimana mungkin mereka bisa membayar tagihan rutin?
Artikel Terkait
Jerman Perketat Hukum untuk Hadang Gelombang Deepfake dan Pelecehan Digital
Patrick Kluivert Berpeluang Hadapi Belanda di Piala Dunia 2026
Miliaran Rupiah dan Logam Mulia Disita KPK dalam OTT Pegawai Pajak
Gempa M6,4 Guncang Melonguane, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami