Dendam Berdarah di Palangka Raya: Keponakan Tikam Paman Hingga Tewas

- Minggu, 11 Januari 2026 | 00:40 WIB
Dendam Berdarah di Palangka Raya: Keponakan Tikam Paman Hingga Tewas

Keponakan Tikam Pamannya Hingga Tewas di Palangka Raya

Suasana mencekam menyelimuti Jalan Refresia, di Palangka Raya, pagi itu. Sabtu (10/1/2026) bukan hari biasa bagi warga Jekan Raya. Sebuah kabar buruk tentang pembunuhan sadis beredar cepat, menggemparkan kawasan itu. Rupanya, seorang paman tewas di tangan keponakannya sendiri. Konflik keluarga yang memuncak diduga menjadi pemicu utamanya.

Korban, seorang pria bernama Agus yang dikenal sebagai pemilik bengkel di sana, ditemukan tak bernyawa di dalam rumahnya. Luka tikaman di dada dan lehernya menjadi penyebab kematian. Barang buktinya? Sebuah gunting. Petugas kepolisian yang bergegas ke lokasi kemudian mengevakuasi jenazah dengan bantuan sejumlah relawan.

Pelakunya adalah Eddy, keponakan korban. Usai melakukan aksinya, dia kabur dari rumah pamannya itu. Namun nasib berkata lain.

Di tengah upayanya melarikan diri, Eddy justru berpapasan dengan Ketua RT setempat, Endang Susilowati. Saat itu, Endang sedang hendak menuju rumah Agus setelah mendapat laporan warga yang resah.

Di hadapan Endang, Eddy tak mencoba mengelak.

"Dia bilang baru membunuh. Dia menusuk jantungnya karena dendam. Dia juga mencari istri korban namun sudah pergi bersama anaknya,"

kata Endang, mengisahkan pertemuannya dengan pelaku.

Nyaris tanpa perlawanan, Eddy akhirnya bisa dibujuk untuk menyerahkan gunting yang masih digenggamnya. Tak butuh waktu lama bagi anggota Polresta Palangka Raya untuk mengamankan pria itu. Proses penangkapan berjalan lancar, jauh dari keributan.

Sementara jenazah Agus dibawa ke RSUD Dokter Doris Sylvanus untuk pemeriksaan lebih lanjut, Eddy kini mendekam di Polresta Palangka Raya. Gunting yang dipakainya sebagai senjata pun turut diamankan.

Penyidik masih menyelidiki kasis ini lebih dalam. Mereka ingin memastikan motif di balik sakit hati pelaku, sekaligus menyiapkan pasal-pasal pidana yang tepat untuk menjeratnya. Semuanya masih terus digali, mencari kejelasan dari tragedi keluarga yang berakhir maut ini.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar