Amran juga menegaskan peran Bulog. Lembaga itu disebut krusial untuk menyerap hasil panen petani. Bahkan, ia menyimpan optimisme untuk bisa ekspor beras tahun ini. Sebuah langkah yang ia sebut akan jadi sejarah.
“Kalau bisa. Izin Bapak Presiden, yang penting Bulog izinnya dan serapannya, 3 bulan ke depan sama saja 2025. Aku tidak minta lebih. Sama saja. Hampir pasti kita lakukan ekspor tahun ini. Dan itu sejarah pertama Indonesia," katanya dengan yakin.
Di akhir pernyataannya, Amran mengembalikan semua capaian ini sebagai hasil kerja kolektif. “Sekali lagi swasembada ini adalah kerja terbaik Kabinet Merah Putih dari gagasan besar Bapak Presiden Republik Indonesia dan seluruh penyuluh petani Indonesia. Terima kasih,” pungkasnya.
Laporan dari Karawang.
Artikel Terkait
Pemerintah Tegas Jaga Rasio Utang di 40% Meski Aturan Izinkan 60%
Kemenhaj Godok Wacana War Ticket untuk Hapus Antrean Panjang Haji
Presiden Prabowo Lantik Andi Rahadian Jadi Dubes RI untuk Oman dan Yaman
Citigroup Perkuat Tim IT Internal dan AI untuk Kurangi Ketergantungan pada Kontraktor