Rabu malam lalu, tepatnya pukul delapan malam waktu setempat, bencana melanda Halmahera Utara. Hujan yang mengguyur tak henti memicu banjir dan tanah longsor yang menyapu 22 desa di lima kecamatan berbeda. Keadaan langsung berubah kacau.
Data terbaru dari BPBD setempat, yang dirilis Jumat kemarin, benar-benar memilukan. Abdul Muhari, sang Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BPB, menyebutkan lebih dari seribu dua ratus rumah terendam. Dari jumlah itu, sekitar dua puluh unit mengalami kerusakan yang parah.
“Tercatat satu warga meninggal dunia akibat kejadian ini,”
tulis Aam sapaan akrab Abdul Muhari dalam keterangan resminya.
Kerusakannya ternyata lebih luas. Tak cuma permukiman warga, sebanyak 11 fasilitas umum juga ikut terdampak. Di Desa Togawa, Kecamatan Galela Selatan, situasinya cukup mencemaskan. Ratusan jiwa terpaksa meninggalkan rumah mereka.
“Sebanyak 71 kepala keluarga (KK) atau 282 jiwa di Desa Togawa, Kecamatan Galela Selatan, mengungsi secara mandiri ke rumah kerabat dan pasar desa setempat,”
jelas Aam lebih lanjut.
Artikel Terkait
Gubernur Pramono Tegaskan JPO Sarinah Dibangun, Akses Bawah Tetap Dibuka
Polisi Siap Panggil Dua Saksi Kasus Pandji Pragiwaksono
Pandji dan Batas Humor: Ketika Lelucon Menyentuh Tubuh
Gol Bunuh Diri di Menit Akir Antarkan Vietnam U-23 ke Ambang Perempatfinal